21 Kelompok Bank Sampah Ikuti Lomba


Inilah pengelolaan sampah mandiri yang dilakukan Kelompok Bank Sampah Lestari Dusun Cecelan, Desa Soroyudan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang,Foto: ali Subchi

MAGELANG - Kelompok Bank Sampah Lestari Dusun Cecelan, Desa Soroyudan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, patut menjadi contoh pengelolaan sampah mandiri yang dikelola warga. Sebab banyak inovasi yang sudah dilakukan, ternasuk pengelolaan limbah sampah organik.

"Ada empat inovasi ysng sudah kami lakukan, termasuk memanfaatkan limbah pempes yang bisa digunakan untuk pot bunga," kata Tri Wardoyo, kader sampah Lestari, saat menerima tim juri lomba Bank Sampah Tingkat Kabupaten Magelang, Kamis (22/2).

Kepala Desa Soroyudan, Sahudi mengungkapkan, semangat warga untuk mengolah sampah sangat bagus, sehingga perlu dukungan semua pihak. Ternaduk pemanfaatan kahan desa yang dulu ubtuk membuang sampah, kini jadi sekretariat untuk aktivitas pengelokaan sampah mandiri.

Selain melajukan inovasi kreativitas, kelompok sampah Lestari juga menbuat miniatur biogas, pemerasan bonggol pisang yang daoat dimanfaatkan untuk pupuk organik, juga nembuat pupuk cair organik. Lomba Bank Sampah Tingkat Kabupaten Magelang, diadakan dalam rangka HUT ke-34 Kota Mungkid. Lomba diikuti 21 kelompok Bank Sampah yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Magelang.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hudup (DLH) Kabupaten Magelang, Sri Murni Ediyanti SH menyatakan, ini bukan semata lonba, taoi nelakujan pembibaab, dari 21 kelompok, diambil 6 untuk, lomba busana daur vank sampah, juga yel yel tentang bank samoah.

Selain itu, juga ada Grebek sampah di Kecamatan Muntilan, Kecamatan Borobudur, Grabag dan Bandongan. Kegiatan grebeg sampah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sampah. "Sampah setelah diolah, ternyata bisa memberikan nilai tambah. Maka pemanfaatan sampah yang dibuang, tapi bisa mendatangkan uang, ini sangat bagus," kata Sri Murni Ediyanti.

 

Penulis : as
Editor   : wied