Ribuan Botol Miras Dimusnahkan pada HUT ke-477 Banyumas 


Sebagai bentuk komitmen dalam memerangi peredaran minuman keras (miras), usai upacara peringatan HUT Kabupaten Banyumas ke-477, Kamis (22/2), dilakukan pemusnahan ribuan motol dan ratusan liter miras. (Foto: Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO – Sebagai bentuk komitmen dalam memerangi peredaran minuman keras (miras), usai upacara peringatan HUT Kabupaten Banyumas ke-477, Kamis (22/2), dilakukan pemusnahan ribuan motol dan ratusan liter miras. Pemusnahan dipimpin langsung oleh Plt Bupati Banyumas, dr Budhi Setiawan.

Bupati mengatakan, dibutuhkan komitmen yang kuat serta untuk memerangi miras, sebab sampai hari ini, peredaran miras masih banyak di masyarakat luas. dr Budhi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta bertanggung jawab menjadikan generasi muda yang sehat dan jauh dari miras.

?Pemberantasan peredaran miras tidak mudah, karena butuh komitmen bersama dari seluruh lapisan masyaraat. Tempat-tempat yang berpotensi menjual miras seperti afe, tempat karaoke dan warung remang-remang juga harus diawasi, sehingga tidak menjual miras tanpa izin,? katanya.

Dalam pemusnahan kemarin, Satpol PP Banyumas mencatat ada 4.030 botol dan 846 liter miras yang dimusnahkan. Pemusnahan miras dilakukan dengan dengan menggilas botol minuman beralkohol menggunakan buldozer atau three wheel roller, dan membuang tuak dan ciu ke saluran pembuangan kemudian disemprot dengan air oleh Mobil Pemadam Kebakaran, selanjutnya semua sisa-sisa hasil pemusnahan dibersihkan oleh Tenaga Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, dan selanjutnya dibuang di TPA Kaliori Kecamatan Banyumas.

Kepala Satpol PP Kabupaten Banyumas, Imam Pamungkas mengatakan, miras yang dimusnahkan merupakan hasil kegiatan operasi penertiban minuman beralkohol yang dilakukan mulai bulan Oktober 2017 sampai dengan Februari 2018. Minuman yang dimusnahkan antara lain untuk golongan A (kandungan alkohol sampai dengan 5%) sebanyak 1.020 botol, golongan B (kandungan alkohol 5% sampai dengan 20%) sebanyak 3000 botol, golongan C (kandungan alkohol 20% sampai 55%)  sebanyak 10 botol, Tuak sebanyak 816 liter, dan Ciu sebanyak 30 liter.

Menurut Imam pemusnahan miras yang dilakukan mendasari Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas nomor 15 tahun 2014 tentang Pengendalian, Pengawasan dan Penertiban Peredaran Minuman Beralkohol.

“Tujuan dari operasi minuman keras ini adalah untuk mengurangi angka kriminalitas dan terutama banyak anak-anak muda yang pada malam hari minum-minuman keras kemudian akibatnya akan melakukan tindakan yang bersifat kriminal,? terangnya.

Barang barang tersebut merupakan hasil penertiban dilakukan di beberapa tempat yang disinyalir sebagai tempat transaksi miras, di wilayah perkotaan (eks Kotif Purwokerto) Baturraden, Sumbang, Rawalo, Ajibarang, Wangon, Sokaraja. Sedangkan tuak dan ciu, selain di wilyah eks Kotip Purwokerto, terbanyak adalah di wilayah Cilongok, Wangon, Ajibarang, Kalibagor dan Sumbang.

 

 

 

Penulis :
Editor   : wied