Emak-emak Viral Gigit Polisi Kini Dirawat di Unit Jiwa RSUD


Gambar ini merupakan bagian dari video seorang perempuan yang naik motor tanpa pakai . (Ali Bustomi)helm, dan menggigit polisi karena hendak ditilang.

KUDUS – Emak-emak penggigit polisi yang terekam dalam video yang menjadi viral di Kudus, kini harus dirawat di unit kejiwaan RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Perempuan yang bernama Anik Tri Kurniawati (45) tersebut sempat diproses secara hukum oleh aparat Polres Kudus atas tindakan yang dilakukannya.

”Ya sempat kita periksa, tapi akhirnya kami titipkan ke RSUD dr Loekmonohadi karena yang bersangkutan sesuai keterangan keluarganya memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan,” kata Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning, Jumat (23/2) kemarin.

Menurut Kapolres, pihaknya sebenarnya telah menetapkan Anik sebagai tersangka lantaran aksinya melawan seorang Polantas Briptu Erlangga yang menilangnya di Gang 4, Kecamatan Kota Kudus, Kamis (22/2).

Atas tindakan Anik tersebut, polisi memang langsung melakukan proses hukum menjerat Anik Tri Kurniawati sebagai tersangka. Hanya saja, pihaknya masih menunggu hasil observasi dari tim medis RSUD dr Loekmonohadi.

"Apa pun hasilnya tak menggugurkan proses hukum. Biar nanti majelis hakim yang memutuskan. Kami tilang dan nanti kami kembalikan sepeda motornya," ucap Agusman.

Kejadian yang menjadi viral tersebut terjadi persis bersamaan dengan kepanikan masyarakat akibat kebakaran hebat yang melanda pusat perbelanjaan Matahari Mall Kudus. Polisi bertubuh tambun ini dimaki-maki Anik yang kebetulan saat itu melajukan motornya tanpa menggunakan helm.

Saat hendak ditilang karena tidak membawa surat-surat lain, Anik bahkan mengamuk itu menabrakkan bodi depan sepeda motor matiknya ke tubuh Erlangga.

Tak sampai di situ, Anik bahkan menggigit tangan kanan Erlangga. Setelah itu, di video lain sang ibu juga masih marah-marah mengeluarkan uang satu juta sembari memaki-maki petugas dan menolak untuk ditilang.

Sementara, Anik saat ditemui di RSUD mengatakan kalau dirinya saat itu dalam kondisi panik ketika mendengar adanya kebakaran yang melanda Matahari. Sebab, dirinya yang merupakan penjual sayuran di pasar Bitingan, trauma atas kebakaran yang pernah juga melalap kiosnya di pasar Bitingan beberapa tahun lalu.

Apalagi, Matahari Mal yang terbakar lokasinya bersebelahan dengan pasar tempatnya berjualan sehari-hari. ”Saat itu saya memang panik,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ali Rifan, kepala Ruang Cempaka I tempat Anik kini dirawat. Menurutnya, Anik memang ada riwayat dirawat di ruang jiwa tahun 2015. Usai keluar, Anik menjalani rawat jalan antara tahun 2016 hingga tahun 2017. ”Saat rawat jalan itu, dia tidak pernah minum obat lagi,” katanya.

Penulis : ali boestomi
Editor   : wied