Pesta Sabu di tempat Biliar Dibekuk Polisi


Wakapolres Temanggung Kompol Purwoko saat menginterogasi tersangka Angga yang tertangkap, karena memiliki dan mengonsumsi sabu-sabu. Foto: Widiyas Cahyono

TEMANGGUNG– Angga Apriadi alias Saleho (26) warga Kelurahan Jampiroso Temanggung, dibekuk petugas Kepolisian Resor Temanggung, usai pesta sabu- sabu di salah satu tempat biliar yang ada di Kelurahan Mungseng, Kota Temanggung.

“Tersangka merupakan  sudah menjadi target operasi petugas dari Satuan Narkoba Polres Temanggung, karena yang bersangkutan selama ini sering mengonsumsi narkoba,” kata Wakapolres Temanggung Kompol Prawoko, Jumat.

Purwoko mengatakan, setelah dilakukan pengintaian dan penyelidikan, petugas melakukan penyergapan terhadap tersangka di tempat permainan bola biliar tersebut. Dan dari tangan tersangka, polisi tidak berhasil menemukan obat-obatan daftar G , melainkan  menemukan menemukan bubuk kristal putih yang diduga merupakan sabu-sabu itu dibungkus kertas dan lakban hitam.

“Bubuk kristal putih tersebut berat kotornya sekitar 0,54 gram. Tetapi petugas tidak menemukan pil yang masuk daftar G yang dicari seperti informasi yang didapatkan,” terangnya.

Menurutnya, saat dilakukan pengeledahan didapati barang bukti berupa bungkusan plastik arkotika golongan satu  jenis sabu-sabu. Selain mengamankan barang bukti tersebut, pihaknya juga mengamankan barang bukti lainnya yakni sebuah sepeda motor ninja warna putih dengan nomor polisi B 3884 FUR.

“Tersangka di jerat dengan pasal 114 ayat 1, subsider pasal 112 ayat 1 lebih subsider pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman 12 tahun penjara denda Rp8 miliar,” tukasnya.

Sementara itu,  tersangka Angga di hadapan petugas  juga mengakui dirinya merupakan penyedia pil daftar G dan dalam beberapa bulan terakhir dan  telah berhenti. Namun beralih mengkonsumsi narkotika jenis sabu.

“Sebelumnya saya memang konsumsi obat-obatan terlarang, nyabu baru dua bulan terakhir ini,” katanya.

Ia mengaku, mendapatkan sabu-sabu dari salah satu pengedar di Yogyakarta. Transaksi dilakukan melalui internet. Dan pengambilan sabu-sabu ditentukan oleh pengedar. “Saya beli Rp500 ribu - Rp600 ribu per paket untuk dikonsumsi, sampai kemudian ditangkap polisi. Awalnya saya ambil di Yogya, kemudian yang kedua saya ambil di Temanggung,” ujar pria yang hanya lulusan SD ini.

 

 

Penulis : widias
Editor   : wied