Tanah Bergerak, Gedung SDN 2 Sirongge Retak  


 Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Desa Sirongge Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara dindingnya retak. Kondisi itu disebabkan bencana alam tanah bergerak yang  melanda wilayah itu. (Foto :Joko Santoso)

BANJARNEGARA-Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Sirongge Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara retak. Kondisi tersebut disebabkan terjadinya tanah bergerak di desa tersebut.  Masyarakat diminta waspada karena hingga saat ini masih terjadi gerakan tanah.

Wabup Banjarnegara Syamsudin, saat mengunjungi desa tersebut Jumat (23/2) mengatakan masyarakat dihimbau untuk tetap wasapada, dikarenakan masih terjadi pergerakan tanah meskipun dalam kategori lambat. Didukung kajian geologi dari Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung bahwa tidak semua rumah di area terdampak longsor aman.

“Meskipun keadaan sudah cenderung aman tetapi kami meminta masyarakat untuk tetap waspada. Curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini ditakutkan mempengaruhi keadaan tanah,” kata Wabup

Menurut Wabup, penanganan bencana harus menyeluruh termasuk penanganan pasca bencana, terutama dampak psikologis bagi anak-anak yang mengalaminya.

“Masyarakat terutama anak-anak sekolah melihat langsung kejadian, meskipun tidak ada korban jiwa dalam bencana ini tetapi secara psikologi mereka terdampak atau trauma, karena keadaan sekarang tidak sama seperti saat sebelum terjadi bencana,” ujarnya.

Untuk itu Wabup menginginkan ada kegiatan seperti trauma healing untuk menghilangkan trauma masyarakat Sirongge pasca bencana.Kasi Pemerintahan Kecamatan Pandanarum, Suparjo mengatakan siang malam warga bersama beberapa relawan yang masih tinggal di sana melakukan piket untuk terus berjaga-jaga memantau kondisi sekitar.

Berkaitan dengan logistik, lanjut Suparjo,  untuk beberapa hari kedepan masih bisa tercukupi. Beberapa bantuan baik berupa bahan pokok sehari-hari seperti beras dan telur serta bantuan dalam bentuk uang masih mengalir untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana, terutama di empat dusun yang terisolir.

SD N 2 Sirongge yang bangunannya sudah mulai retak saat ini masih dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar, tetapi dalam kondisi tertentu kegiatan di sekolah tersebut dihentikan.

“Untuk sekolah saat ini siswa sudah masuk, akan tetapi ketika hujan turun atau ada tanda-tanah longsor kegiatan belajar mengajar diberhentikan dan siswa harus pulang,” imbuhnya.

 

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : wied