Longsor di Jingkang, Empat Bocah Tewas Terkubur


Rumah Solokhin (45) warga Dusun Pule RT 3 RW 4 Desa Jingkang Kecamatan Karangjambu, Purbalingga luluk lantak diterjang longsor. Empat orang tewas dalam bencana tersebut. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA-Tanah longsor yang  terjadi di Dusun Pule Desa Danari Kecamatan Karangjambu, Purbalingga, Kamis (22/2) malam, menyebabkan empat bocah tewas terkubur.  Mereka adalah anak dan kerabat dari Solikhin (45) warga RT 3 RW 4.

“Saat kejadian keluarga Solikhin sedang berkumpul. Mereka selesai menggelar doa bersama karena tuan rumah sedang punya hajat,” kata Kepala Desa (Kades) Jingkang Bambang Hermanto.

Korban yang meninggal masing-masing M Sifaul Umam (9), anak dari Solikhin, Alkaromi (7), Safangatul Isman (3) dan  Abdul Roup (11). Saat longsor terjadi keempat  anak tersebut sedang berada di kamar dan hendak tidur. “Mereka berkumpul bersama karena Sifaul Umam hendak dikhitan. Selesai acara doa bersama keluarga, mereka lalu masuk kamar dan bersiap tidur,” ungkapnya.

Diungkapkan saat kejadian kondisi cuaca sedang hujan deras yang turun sejak sore. Selain itu di wilayah tersebut tengah mati listrik.   Sekitar pukul 21.00 WIB, tiba-tiba tebing di belakang rumahnya longsor dan menimpa rumah itu. Saat itu kondisi rumah gelap. Namun ketika ada petir sehingga pintu keluar terlihat. Keluarga Solikhun yang sedang berada di dalam lalu keluar menyelamatkan diri. “Namun tidak semua bisa keluar termasuk anak-anak  yang saat itu berada di kamar. Mereka tertimbun dan tertimpa material longsor dan kayu,” ungkapnya.

Setelah longsor reda, warga kemudian melakukan evaluasi mencari korban di dalam rumah itu. Tim SAR gabungan serta TNI Polri datang tak lama kemudian setelah mendapat laporan kejadian tersebut membantu proses evakuasi.

Para korban akhirnya berhasil ditemukan. Empat anak ditemukan sudah tak bernyawa dan enam orang mengalami luka. Mereka yang terluka dilarikan ke Puskesmas Karangjambu dan RSUD dr R Goetheng Tarunadibrata Purbalingga untuk mendapatkan perawatan intensif.

Bupati Purbalingga Tasdi dan Wabup Dyah Hayuning, Jumat (23/2) mendatangi lokasi bencana alam tersebut. Keduanya juga bertemu dengan keluarga korban. Jenazah empat anak yang tewas tertimbun disemayamkan di balai desa.  Bupati dan Wabup juga ikut melepas proses pemakaman korban. “Sebagian warga mengungsi di balai desa. Mereka khawatir akan adanya longsor susulan,” ungkap Bambang.

Bupati Tasdi menyampaikan pihaknya telah membentuk posko siaga darurat bencana alam di balai desa Jingkang. Petugas kesehatan, SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) disiagakan selama 24 jam. Pihaknya juga menginstruksikan kepada camat dan perangkat desa untuk stand by. “Warga juga diminta waspada agar tanggap terhadap situasi. Karena hujan deras masih turun di wilayah itu,” katanya lagi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Satya Giri Podo mengatakan Desa Jingkang di Kecamatan Karangjambu merupakan wilayah yang rawan bencana tanah longsor. Mengenai penanganan paska bencana, wilayah yang terkena longsoran sementara dikosongkan. “Warga kemungkinan akan direlokasi,” imbuhnya.

 

Adapun para korban adalah

Meninggal:

  1. Sifaul Umam 8 th anak Bp. Solihin;2
  2. Abdul Rouf 10 th, anak Bp. Sukimin;
  3. Al Taromi 7 th, anak Bp. Dasirin
  4. Safangatun Isnain 4 th, anak Bp. Suyatno

Luka parah  

  1. Sahrudin 55 th
  2. Sokhimun 38 th
  3. Ruslan 25 th;
  4. Ojan 16 th;
  5. Sarif 35 th;
  6. Karsun 16 th.

 

 

 

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : wied