Salawat Bersama dengan 4.444 Rebana Nariyah NU


Rebana : Secara bersama ribuan santri dan warga NU di Kabupaten Grobogan menabuh rebana di Alun-alun Purwodadi. Foto : Felek Wahyu

PURWODADI- Pertunjukan spektakuler digelar di Alun-alun Purwodadi, sebanyak 4.444 rebana ditabuh bersama ribuan santri mengalunkan irama apik. Keberadaan ribuan rebana di tengah lebih dari 40 ribu warga Kabupaten Grobogan, memancing warga NU untuk menggemakan salawat secara bersama.

Bukan tanpa arti, kegiatan akbar keagamaan itu digelar untuk memperingatan hari lahir ke-92 tahun Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Cabang Nahldatul Ulama (PCNU) Kabupaten Grobogan, di Alun-alun Purwodadi, Rabu (28/2) malam hingga Kamis (1/3) dini hari.

Kendati baru digelar kegiatan kolosal, namun penabuh rebana baik usia anak-anak, remaja bahkan dewasa dan ibu-ibu mampu mengiringi berbagai lagu kasidah dan salawat yang dibawakan sejumlah khosoid atau penyanyi di panggung raksasa yang dipasang di depan kantor Kabupaten Grobogan.

Zainal Arifin, Ketua Panitia mengatakan, angka 4.444 bukan hanya untuk registrasi kartu seluler saja, namun dalam Nadlatul Ulama angka tersebut memiliki arti yang berbeda. “Yakni kebiasaan santri NU memiliki amalan salawat Nariyah jika dibaca sebanyak empat ribu, empat ratus empat puluh empat kali diyakini akan lebih mustajab sebelum orang memanjatkan doa untuk hajatnya pribadi,” katanya.

Atas keinginan mensyiarkan tradisi salawat nariyah dikalangan nahdliyin atas itulah parade terbang diselenggarakan dengan total peserta 4.444 peserta. “Diharapkan dapat lebih menonjolkan identitas santri nadlatul ulama. Parade terbang merupakan rangkaian dari peringatan hari lahir Nadlatul Ulama yang ke-92  Di Grobogan, Jawa Tengah,” katanya.

Dalam even itu, ratusan tim hadrah di Kabupaten Grobogan tumplek jadi satu di alun-alun Purwodadi, Grobogan. Moch Ajib Prasetyo,  remaja yang juga menjadi peserta mengaku senang ikut parade terbang. “Senanglah, bisa ketemu teman-teman banyak. Sesama santri dari banyak pondok pesantren,” aku remaja pemegang terbang ini.

Rangkain acara harlah diawali dengan Khotmil Quran yang dilakukan di kantor PCNU Kabupaten Grobogan. Selanjutnya, digelar kegiatan boyong bedug KH. Hasan Anwar dari Gubug ke alun-alun.

Dan puncaknya, digelar kegiatan zikir, Istighosah, dan salawat bersama Jamaah Al-Khidmah, Ahbul Mustofa, Gandrung Nabi dan D’Master. 

Selain itu, juga digelar pentas buda Islam bersama Lesbimi PCNU Grobogan. Peringatan Harlah ini ditutup dengan Ngaji bareng Gus Muwafiq (Pengurus PBNU) serta Doa Bersama untuk keselamat masyarakat Kabupaten Grobohan.

Kegiatan harlah diikuti ribuan umat muslim dari seluruh pelosok Grobogan dan sekitarnya, masyarakat, serta Forkominda Grobogan. Bupati Grobogan Sri Sumarni, juga hadir dalam peringatan harlah tersebut,

Ketua PCNU Kabupaten Grobogan Abu Mansyur mengatakan, peringatan harlah kali merupakan peringatan harlan bersama, yakni PCNU yang ke-92, Muslimat NU ke-72, Fatayat NU yang ke-68, IPNU yang ke-64 dan IPPNU yang ke-63.

 

Penulis : fww
Editor   : wied