Tinggal Sendirian, Janda Tua Dirampok


Petugas Inafis Satrekrim Polres Jepara, saat melakukan proses Olah TKP di rumah Hartini di Desa Kelet, Keling, Jepara, Rabu (14/3). Hartini melaporkan telah mengalami perampokan pada Rabu (14/3) dinihari. Foto : dok.inafis

JEPARA- Kasus perampasan dengan kekerasan terjadi di wilayah hukum Polres Jepara. Seorang janda bernama Hartini (60), warga Desa Kelet RT 17 RW 03, Keling, Jepara, diketahui disekap sekawanan perampok, pada Rabu (14/3) dinihari. Sejumlah uang tunai dan perhiasan dilaporkan hilang, dibawa para kawanan perampok.

Kapolsek Keling, AKP I Gede Mahendra menyatakan, pihaknya sudah meminta keterangan dari korban. Hartini, menurut keterangannya merupakan janda dan tinggal sendirian di rumahnya. Wanita ini memiliki usaha toko suku cadang dan bengkel motor. Hartini mengaku, sekitar jam 02.00 WIB pada Rabu (14/3) ada empat orang mengenakan penutup wajah, tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.

Keempat pelaku tersebut mengenakan penutup wajah berwarna hitam dan membawa sejumlah benda tajam clurit serta linggis yang digunakan oleh para pelaku untuk mengancam Hartini. Karena diancam, akhirnya Hartini tidak bisa berkutik saat mulut dan matanya diplester. Kemudian tangan dan kakinya juga diikat menggunakan rafia.

“Selanjutnya korban ini kemudian diminta menunjukan dimana barang-barang bergarga yang dimilikinya. Sampai jam 03.00 WIB, akhirnya para pelaku yang disebutnya berjumlah 4 orang akhirnya meninggalkan dirinya,” ujar AKP I Gede Mahendra, Rabu (14/3) siang.

Hartini selama ini memang tinggal sendiri di rumahnya. Anak-anaknya sudah menikah kemudian tinggal di Surabaya dan Malang. Usaha untuk melepaskan diri dari ikatan para perampok akhirnya berhasil dilakukan Hartini, dengan cara mengesot dan menggedor pintu gerbang rumahnya. Para karyawan dan warga akhirnya berhasil menolongnya sekitar jam 09.00 WIB.

“Kepada kami, korban ini mengaku telah kehilangan barang berharga berupa perhiasan, uang tunai, serta dua buah handphone dengan total kerugian sebesar RP160 juta rupiah. Selanjutnya kami masih mendalami kasus ini,” ujar AKP I Gede Mahendra kembali.

Polres Jepara sendiri akhirnya menurunkan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Jepara ke lokasi kejadian. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan bekas congkelan trails besi di bagian dapur korban. Tralis tersebut dibuang di pekarangan belakang rumah korban. Sidik jari yang diduga milik pelaku juga berhasil didapatkan. Kasus ini selanjutnya akan ditangani secara penuh oleh Satreskrim Polres Jepara.

 

Penulis :
Editor   :