Pemkab Batang Kekurangan ASN


Bupati Batang Wihaji

 

BATANG - Setiap tahunnya aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Batang yang pensiun berjumlah antara 200 orang hingga 300 pegawai. Oleh karena itu, Pemkab Batang masih kekurangan ASN, terutama guru, sehingga mempengaruhi kinerja pemerintahan.

Kekurangan pegawai terbanyak di sektor pendidikan, yakni kekurangan guru. Padahal, pendidikan merupakan salah satu tolak ukur Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Guna memenuhi kekurangan ASN tersebut, Pemkab Batang telah mengusulkan 600 CPNS ke Kementrian Pendayagunaan dan Reformasi Birokrasi. "Kita masih butuh banyak ASN, karena setiap tahunnya ada 200 sampai dengan 300 ASN yang pensiun, sedangkan pemkab belum ada penerimaan pegawai baru. Untuk itu saya berinisiatif mengusulkan kepada Menteri Pendayagunaan Apartur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi," terang Bupati Batang, Wihaji, Rabu (14/3).

Dijelaskan, usulan CPNS sebanyak 600 orang. Hal ini didasari kurangnya ASN yang ada di Kabupaten Batang. "Namun kita juga belum mengetahui secara persis kuota yang akan diberikan ke Pemkab Batang. Kita sudah usulkan CPNS, khususnya untuk pendidikan atau guru, kesehatan, dan di lingkungan pemkab, karena selama ini di masing-masing OPD rata-rata kekurangan SDM," katanya.

Dikatakan, banyak di OPD kekurangan SDM, sehingga pegawainya harus merangkap jabatan atau pekerjaan yang diampu. "Hampir semua OPD kekurangan pegawai karena sudah tua yang masuk masa pensiun, padahal pekerjaanya banyak. Di OPD kami di jabatan kasi harus merangkap-rangkap, staf juga, dan sebenarnya ini juga kebutuhan yang mendesak terutama bidang pendidikan dan kesehatan," ujarnya.

Dari usulan tersebut, lanjut dia, pemkab juga akan melihat kemampuan keuangan pemerintah daerah. Menurutnya, dari usulan tersebut lebih banyak pada tenaga guru, karena memang program dulu seperti Inpres banyak mengangkat guru dan 'booming'nya di tahun 2018-2019. "Yang dulu diangkat besar-besaran sekarang pensiun besar-besaran, maka rata-rata khususnya SD guru PNS-nya tinggal dua sampai tiga. Ada pula di SMPN 4 Pranten yang PNS-nya hanya kepala sekolahnya saja," tambahnya.

 

 

 

 

Penulis :
Editor   :