Sakit Menahun, Supartini Nekat Bunuh Diri


Polisi memintai keterangan kerabat dan saksi di rumah korban bunuh diri, kemarin. Foto: Hadi Waluyo.

 KAJEN - Kasus bunuh diri kembali terjadi di Kota Santri. Diduga akibat menderita penyakit menahun yang tak kunjung sembuh, Supartini (43), ibu rumah tangga, warga Dukuh Kwaringan RT 012 RW 002, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, nekat bunuh diri, Kamis (15/3), pukul 12.00 WIB.

Jasad korban kali pertama diketahui oleh kerabatnya yang bernama Kunainah (65). Saat itu, Kunainah bermaksud memasukan jemuran milik korban yang terjatuh di tanah ke dalam rumah korban. Namun, saat dirinya masuk dan memanggil nama korban tidak ada jawaban. Saat mencoba membuka pintu kamar korban yang tertutup, Kunainah kesulitan karena pintu terhalang tubuh korban.

Kunaenah tambah kaget saat pintu kamar korban sudah terbuka, sebab dirinya melihat banyak ceceran darah di tubuh dan lantai kamar korban. Selanjutnya, korban memberitahukan temuannya itu ke tetangga yang lain, dan diteruskan ke Mapolsek Kesesi. "Dari keterangan pihak keluarganya, korban nekat melakukan aksi bunuh diri tersebut karena mengalami sakit menahun," terang Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP M Dahyar.

Diterangkan, dari hasil olah TKP, polisi mengamankan barang bukti gunting, pisau carter, dan kain berlumuran darah. Menurutnya, untuk mengetahui penyebab kematian korban, jasad korban dibawa ke RSUD Kraton untuk divisum. "Untuk luka pastinya kami masih menunggu hasil visum," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, kematian tragis NS alias Aput (30), buruh jahit dari Dukuh Keprok, Desa Donowangun, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, masih misteri. Pemuda lajang yang dikenal pendiam ini secara mengejutkan memutuskan untuk mengkahiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya, Rabu (7/3), pukul 10.00 WIB. Padahal, pihak keluarga tidak melihat adanya tanda-tanda mencurigakan, atau korban tengah mengalami masalah serius.

 

 

Penulis :
Editor   : wied