Polisi-Warga Uruk Jalan Ambles Peting-Kradenan


Anggota Polsek Kradenan bersama masyarakat, kerja bakti menguruk titik jalan antar desa di perbatasan Desa Peting-Kradenan, Blora. Foto: Wahono

BLORA – Hujan deras dan banjir bandang tidak hanya membuat jalan Gadon-Ngloram-Cepu longsor berat, dan terputus. Jalan Desa Peting-Kradenan juga mengalami longsor pada tebing sungai, sehingga jalan ambles, dan membahayakan lalu lintas umum.

Untuk mengantisipasi longsor susulan, ambles lebih parah dan jalan terputus, Minggu (18/3), anggota Polres Blora yang bertugas di Polsek Kradenan bersama masyarakat melakukan kerja bhakti mengurug titik jalan yang ables itu.

Jalan yang sebelumnya ambles perlahan membuat kendaraan roda empat tidak bisa lewat, kini  diuru menggunakan batu dan tanah grosok. Jalan yang sebelumnya ambles, akhirnya bisa kembali dilalui kendaraan roda empat, termasuk truk.

“Begitu ada laporan jalan almbles, kami langsung cek  lokais, dan kerja bhakti urug bersama warga,” jelas Kapolres Blora AKBP Saptono melalui Kapolsek Kradenan Iptu Mugi Purwono.

Menurutnya, penyebab ambelasnya jalan penghubung lalu lintas antardesa Kecamatan Kedungtuban dengan Kradenan itu, desebabkan tebing sisi timur Kali Sumber longsor tergerus banjir bandang.

Jika tidak segera diurug, dikhawatirkan badan jalan akan semakin ambles atau terputus, maka perlu langkah cepat untuk mencegahnya dengan menguruk.

“Kami sudah koordinasi dengan perangkat desa, agar segera melapor ke kecamatan agar ada penanganan tebing yang longsor itu,” jelas Iptu Mugi Purwono.

Berhati-Hati

Meski sudah dilakukan pengurugan, pengemudi roda empat terutama truk bermuatan hasil bumi dan material bangunan agar berhati-hati, karena urugan itu sifatnya sementara agar lalu-lintas tidak terputus, tambah Kapolsek Kradenan.

Sebelumnya, longsor berat terjadi di tebing DAS Bengawan Solo di perbatasan Desa Gadon-Ngloram, Kecamatan Cepu, Blora. Dampaknya, jalan penghubung antardesa ke Kota Kecamatan Cepu putus, dan tertutup untuk semua jenis kendaraan roda empat.

Selain di pasang police line, titik longsor dipasang rambu-rambu peringatan agar tidak terjadi kecelakaan,  sekaligus diberi media lempengan beton cor agar masyarakat bisa lewat, khusus pejalan kaki, sepeda, dan sepeda motor.

Longsor di bantaran sungai Bengawan Solo itu terjadi pada Rabu (14/3) tengah malam, diduga akibat gerusan air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu. Talud penahan jebol, tanah merekah, dan badan jalan putus.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah longsor itu. Namun Kapolsek Cepu AKP Slamet Riyanto, menghimbau agar masyarakat yang lewat di lokasi longsor tetap harus berhati-hati, sebab dibawah jalan ada gorong-gorong yang pecah, dan  bangunan fisik tebing DAS ambrol.  

 

Penulis : wah
Editor   :