Panwas Tolak Ajakan Salaman Ganjar; 'Sampeyan Wong Jawa Lo!"


Ganjar Pranowo terlibat pembicaran serius dengan Ketua Panwaslu Jepara, Arifin. Saat berkampanye di Pasar Jepara I, Ganjar ditolak bersalaman dengan anggota PPD Jobokuta, hingga merasa petugas Panwaslu di Jepara ‘anti Ganjar’. Kejadian ini berlangsung pad

JEPARA- Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendapati pengalaman tidak menyenangkan saat berkampanye di Jepara Minggu (18/3). Saat akan memasuki Pasar Jepara I, Ganjar ditolak bersalaman oleh seorang PPD (Panitia Pengawas Desa) Jobokuto, Jepara. Kejadian ini sempat membuat Ganjar Pranowo uring-uringan, lantaran etikat baiknya mengajak bersalaman bertepuk sebelah tangan.

Kejadian yang membuat uring-uringan Ganjar terjadi di depan pintu masuk Pasar Jepara I. Saat itu ada banyak kerumunan warga, termasuk terselip di antaranya adalah Mashardi anggota PPD Jobokuta yang sedang menunaikan tugasnya. Ganjar menyalami beberapa warga sebelum akhirnya ditolak oleh Mashardi pada kesempatan itu. Kontan penolakan ini membuat Ganjar menjadi tidak senang.

Calon Gubernur petahana ini lantas meminta agar dalam hal ini para petugas Panwaslu tidak terlalu saklek. Pihaknya berharap Pilgub Jawa Tengah yang sedang berproses ini tidak dimaknai sebagai peristiwa yang menyeramkan. Pihaknya berharap semua pihak bisa menangkap aturan yang disepakati sebagai aturan yang pada akhirnya tidak memporak-porandakan budaya dan nilai-nilai kultur di masyarakat.

Ganjar juga mengaku sudah dua kali ini mendapatkan perlakuan yang menurutnya aneh dan berlebihan, saat berkampanye di Jepara. Sebelumnya dirinya juga sempat ditolak bersalaman dengan anggota Panwaslu. Saat dirinya sedang berjalan menuju bus usai mengikuti acara jalan sehat di Pantai Kartini Jepara, ada petugas Panwaslu yang mengikutinya. Merasa sebagai orang Jawa, dirinya mengajak salaman. Tapi ternyata ditolak oleh petugas tersebut. Kejadian yang sama berulang di Pasar Jepara I.

"Sampeyan jangan seperti ini. Wong Jawa lo. Ini kan jaga silaturahmi saja, kok gak mau. Gak enak lo ini, sampeyan  tegur saya saja tidak apa-apa. Nanti saya telepon Bawaslu. Ini sudah dua kali lo, sebelumnya makan saja saya diawasi. Jangan-jangan nanti saya mandi juga diikuti,” ujar Ganjar Pranowo, dengan nada kecewa, di Pasar Jepara I.

Karena merasa sikap Panwaslu Jepara terkesan seperti ‘anti-Ganjar’, cagub PDI Perjuangan ini lantas mengambil gambar petugas Panwaslu yang menolak bersalaman itu. Ganjar menyatakan akan melaporkan ke Banwaslu terkait dengan pengalaman tidak mengenakan dirinya ini.

Sementara itu, petugas PPD Jobokuta, Mashardi menyatakan pihaknya hanya melaksanakan tugas. Sebagai petugas Panwas dirinya tidak berani menyalami, Ganjar Pranowo yang posisinya sebagai Calon Gubernur. Lebih lanjut, dirinya menyatakan tidak berani memberikan statemen apapun terkait kejadian ini.

Ketua Panwaslu Jepara, Arifin akhirnya menemui Ganjar Pranowo terkait insiden yang terjadi di Pasar Jepara I. Pada kesempatan itu, Arifin juga biasa saja berjabat tangan dengan Ganjar Pranowo. Pada kesempatan itu, Arifin menyampaikan permintaan maafnya atas insiden yang terjadi. Kepada Ganjar, Arifin mengakui para anggotanya mungkin keliru dalam menafsirkan aturan yang diberlakukan.

“Saya kira, hal ini hanya karena masalah intepretasi saja. Salaman tidak apa-apa. Kami yakin petugas kami hanya bersikap dalam kerangka ingin berada di pihak netral, meski kami akui dalam kejadian ini terlalu berlebihan,” ujar Arifin, memberikan klarifikasi.

 

 

Penulis :
Editor   :