Di Surakarta,  Pejuang Angkatan 45 tinggal 10 Orang


Djoko Ramelan dan Sunarjo Kampret (mengenakan seragam coklat tua ) dua pelaku perang kemerdekaan Republik Indonesia tengah mengikuti Upacara Peringatan HUT 58 Angkatan 45 yang dipimpin  Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo  berlangsung di halaman kantor DH

SOLO_Jumlah pejuang Angkatan 45 di Surakarta yang tergabung dalam Badan Pembudayaan Kejuangan (BPK) 45 semakin menyusut  dari waktu ke waktu. Di Surakarta, mereka yang menjadi pelaku dalam perang kemerdekaan antara 17 Agustus tahun 1945 sampai dengan Desember 1949  jumlahnya tinggal 10 orang.

 “Semakin menyusutnya jumlah pejuang dikarenakan mereka sudah sepuh dan meninggal dunia. Sedangkan yang masih hidup berusia  di atas 85 tahun”, wakil Ketua Dewan Harian Cabang  (DHC)  Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Surakarta  Djoko Ramelan (88) ,  ketika ditemui usai upacara  peringatan HUT ke 58 Angkatan 45. Upacara peringatan HUT ke 58 Angkatan 45 yang dipimpin  Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo  berlangsung di halaman kantor DHC Angkatan 45 setempat, Kamis (22/3).

Djoko Ramelan didampingi Sunarjo Kampret (90) yang pelaku perang kemerdekaan mengatakan  sebenarnbya  di republic ini masih terkumpul orang orang yang punya kepedulian  terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara  yang diproklamasikan   17 Agustus 1945. Pihaknya mengaku bahagia  sebagai seorang veteran pejuang kemerdekaan RI dan diberi umur panjang. Terkait peringatan HUT ke 58 dikatakan sebagai tonggak modal awal dalam rangka mengumandangkan kembali adanya suatu  badan yang bertugas  membudayakan  nilai kejuangan 45.

Masih dalam kesempatan sama Sunarjo Kampret mengaku bergabung dengan lasykar Jelata  yang bertempur melawan Belanda di Mranggen Demak atas kemauan sendiri . Atas panggilan bangsa dan negara  maka pemuda dan pelajar mengangkat senjata. Patut diketahui dijajah itu rasanya tidak enak. Para penjuang mengangkat senjata bersama Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Sementara itu Ketua DHC Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Surakarta Drs Soedjinto SF MM mengatakan, peringatan sejenis yang selalu digelar setiap tahun bertujuan agar generasi penerus bisa  mengerti dan tidak melupakan terutama bisa mewarisi jiwa, semangat, nilai nilai perjuangan para pendahulu kita.

Lunturnya Nasionalisme

Pada kesempatan sebelumnya Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo dalam sambutannya menyatakan, perkembangan kehidupan bangsa akan selalu berubah sesuai dinamika yang ada. Namun jiwa dan semangat nilai perjuangan  angkatan 45  harus tetap lestari menjadi  landasan pokok dalam melaksanakan setiap aktivitas pembangunan . Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah adalah lunturnya jiwa, semangat  dan sikap nasionalisme generasi muda. Pada sisi  lain, para pemimpin berpikir kurang memberikan nilai nilai keteladanan.

Mereka yang seharusnya menjadi teladan justru terjebak dalam sikap dan tindakan tidak terpuji yang berterntangan dengan jiwa dan semangat  nilai pejuang angkatan 45. Berlangsungnya peringatran hari ini semoga menjadi media dalam membangkitkan  jiwa  dan semangat serta nilai nilai juang 45. Serta membangkitkan jiwa keteladanan  yang baik bagi para pemimpin pejabat  public serta anak anak yang kami cintai, tandasny 

 

 

 

Penulis : baaw
Editor   :