200 Mahasiswa Unissula Lulus Sekolah Jurnalistik


Dekan FH Unissula Semarang Prof Dr Gunarto (kiri) dan Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS saat berfoto dengan mahasiswa lulusan terbaik Sekolah Jurnalistik PWI Jateng-FH Unissula. Foto: Siti KH

SEMARANG - Berdasarkan riset kementerian riset teknologi, pendidikan tinggi (Kemenristekdikti) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), lulusan Fakultas Hukum (FH) di Indonesia sekarang ini, masih lemah dalam menulis. Padahal di bidang hukum, saat bekerja di instansi pemerintah dan swasta, dibutuhkan kemampuan untuk menulis dalam penjabaran pemahaman peraturan perundang-undangan.

Demikian dikatakan Dekan Fakultas Hukum (FH) Unissula Semarang, Prof Dr Gunarto, Selasa (10/4), saat peresmian kelulusan sekolah jurnalistik mahasiswa FH Unissula, paket enam pekan, angkatan V tahun 2018. Sekolah jurnalistik ini menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng, dan diikuti 200 mahasiswa.

Prof Gunarto mengatakan, dengan sekolah jurnalistik ini, maka diharapkan mahasiswanya saat lulus akan mendapatkan kompetensi menulis. ''Selain itu, mendapat sertifikat sebagai surat keterangan tambahan ijazah. Sehingga bisa digunakan untuk pendamping ketrampilan saat mendaftar pekerjaan. Lulusan kita masa tunggu memperoleh pekerjaan, rata-rata tidak ada yang lebih enam bulan,'' jelasnya.

Kompetensi atau keahlian, menurutnya, melekat dalam seseorang. Sehingga, saat diberi pelatihan otomatis akan masuk ke dalam otak, dan berfungsi saat tes atau memasuki pangsa kerja, termasuk keahlian menulis ini.

Sementara Ketua PWI Jateng Amir Machmud SH MH mengatakan, pelatihan ini bertujuan mengembangkan kompetensi jurnalistik ke lapisan masyarakat, termasuk mahasiwa. ''Kompetensi itu sama saja dengan panglima dalam dunia kerja untuk bersaing,'' jelasnya.

Ke depan, bahkan dalam pelatihan jurnalistik untuk mahasiswa akan ditambah dengan kurikulum teknik menyusun pendapat hukum atau legal opinion. ''Praktisi hukum diharapkan bisa memberi masukan dan penyelesaian terkait dengan problematika hukum di masyarakat. Dengan kemampuan jurnalitik, maka nantinya sarjana hukum tak hanya menguasai teori, namun mampu menulis dan menganalisa problematika tersbut yang ada di masyarakat.

Dalam pelatihan angkatan V tahun 2018 ini, 10 mahasiswa tercatat sebagai lulusan terbaik, dan mendapat apresiasi khusus.

 

Penulis :
Editor   : wied