Bupati Instruksikan OPD Lintas Sektoral Dukung Pelaksanaan UNBK


Wabup H Joko Sutanto didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subhan dan Kepala SMA Negeti 2 Demak Siti Asiyah saat memantau pelaksanaan UNBK di SMA Negeri 2 Demak. Foto : sari jati

DEMAK- Belum 100 persen SMA di Kabupaten Demak melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Bahkan karena keterbatasan perangkat komputer, pada sekolah maupun madrasah penyelenggara UNBK membagi pelaksanaannya hingga tiga gelombang setiap harinya.

Di sela kegiatan pantauan UNBK tingkat SMA di sejumlah sekolah dan madrasah Bupati HM Natsir pun Wabup H Joko Sutanto menyampaikan, sejauh ini penyelenggaraan UNBK tingkat SMA berlangsung lancar. Bahkan dari total 3.962 peserta dari SMA dan 5.103 dari MA, dilaporkan hadir 100 persen.

"Begitu pun pada dua hari pertama penyelenggaraan UNBK tidak terjadi pemadaman listrik dari PLN. Walau  terpaksa ada pemadaman akibat force majeur, setiap sekolah dan madrasah sudah menyiapkan genset, sebagaimana SOP penyelenggaraan UNBK," kata bupati, Selasa (10/4).

Kabar baiknya lagi, lanjut bupati, dari total 33 SMA di Kabupaten Demak hanya tujuh di antaranya melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). "Bahkan untuk MA dari 77 MA dan 54 SMK negeri dan swasta se-Kabupaten Demak, semuanya sudah menyelenggarakan UNBK. Meski pelaksanaannya dibagi dua hingga tiga gelombang setiap harinya, karena keterbatasan perangkat komputer. Yakni pukul 07.30, 10.30 dan 13.30," kata bupati, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak H Andjar Gunadi dan  Kepala MAN Demak H Suprapto.

Target 100 persen

Demi terwujudnya target penyelenggaraan UNBK 100 persen baik tingkat SMA maupun SMP di tahun mendatang, Bupati Natsir telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti BKPP dan Dinas Kominfo untuk membantu. Terkait penyediaan tempat berikut perangkat komputer lengkap dengan jaringan online-nya.

"Sudah kami instruksikan  ke BKPP dan Dinas Kominfo untuk pengadaan komputer dalam jumlah banyak pada 2019, sehingga bisa dimanfaatkan untuk penyelenggaraan UNBK sekolah-sekolah yang belum siap atau terbatas perangkat komputernya. Sebab pembangunan SDM khususnya dari bidang pendidikan bukan hanya tanggungjawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, namun dibutuhkan pula sinergitas atau dukungan OPD lintas sektoral," tandas bupati.

 

Penulis : ssj
Editor   :