Gara-gara Jalan Rusak, Lima Bayi Meninggal


Masyarakat Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, kerja bakti menata bebatuan di jalan ruas Tenogo - Lambanggelun yang rusak. Foto: Hadi Waluyo.  

KAJEN - Infrastruktur jalan di desa-desa pelosok di wilayah pegunungan Kabupaten Pekalongan belum sepenuhnya dalam kondisi baik. Masih banyak ruas jalan di pelosok pegunungan yang belum beraspal, atau jalan masih berupa makadam atau tanah. Akibatnya, akses perekonomian, pendidikan, dan kesehatan masyarakat terganggu dengan buruknya infrastruktur jalan ini.

Kepala Desa Notogiwang, Kecamatan Paninggaran, Dasmin, kemarin, mengeluhkan kondisi jalan di desanya yang belum bagus. Ia mengatakan, akibat jalan yang sulit akses perekonomian dan kesehatan warganya terganggu. Imbasnya, perekonomian petani di desanya menurun. Pasalnya, harga jual hasil bumi tidak sebanding dengan ongkos ojek ke pasar. "Petani pendapatannya menurun. Jual satu tandan pisang ke pasar, misalnya, tidak nutup untuk bayari tukang ojeknya karena jalannya rusak seperti itu," ungkap dia.

Akibat jalan rusak, lanjut dia, juga berimbas pada angka kematian bayi di desanya. Pasalnya, saat ibu hamil dibawa ke rumah sakit melalui jalan yang rusak maka berisiko mengakibatkan bayi meninggal dunia. Oleh karena itu, ia mengharapkan pemerintah daerah bisa membangun akses jalan menuju ke desanya tersebut. "Akibat jalan rusak, satu bulan kemarin ada lima bayi yang meninggal. Ibu hamil ketika tiba di rumah sakit, bayinya sudah meninggal dulu," katanya.

Keluhan serupa diutarakan Kepala Desa Lambanggelun, Suwito. Menurutnya, akses jalan menuju ke desanya belum sepenuhnya dibangun. Sehingga, kata dia, akses pendidikan bagi anak-anak sekolah sulit.Untuk itu, Suwito mengharapkan pemerintah Kabupaten Pekalongan bisa membangun infrastruktur jalan di desanya.

Bidan Desa

Persoalan lainnya, kata dia, bidan desa yang bertugas di desanya tidak menetap di desa, namun di desa lainnya. Padahal, keberadaan bidan desa di wilayah yang sulit seperti itu sangat penting, terutama untuk menangani ibu hamil dan bayi. Ia berharap, agar ada kebijakan dari pemerintah daerah supaya bidan desa bisa menetap di desa-desa tempat tugasnya. Sebab, persoalan seperti ini tidak hanya terjadi di desanya, namun juga di desa-desa lainnya di wilayah pegunungan. "Desa kami juga memiliki obyek wisata Curug Siwatang, namun akses jalannya belum dibuka akibat keterbatasan permodalan. Mohon dibantu oleh pemda," katanya.

Kepala DPU dan Taru Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, mengatakan, beberapa ruas jalan di wilayah pegunungan, seperti di Kecamatan Paninggaran, pada tahun 2018 ini akan dibangun. Untuk Kecamatan Paninggaran, ruas jalan yang akan diperbaiki atau dibangun di antaranya, rehab jalan Paninggaran - Notogiwang Blok Sikawat, rehab jalan Paninggaran - Notogiwang Blok Sinyareng, rehab jalan Domiyang - Notogiwang ruas Pejarakan, dan rehab jalan Domiyang - Notogiwang ruas SMP Satu Atap Notogiwang.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dikonfirmasi terkait keluhan infrastruktur jalan dan bidan desa tersebut menyatakan, persoalan infrastruktur yang dikeluhkan para kepala desa akan ditangani. Sedangkan, persoalan bidan desa akan menerapkan pola pemberdayaan sumber daya manusia lokal. "Di desa itu ada bidan akan kami pekerjakan, akan kami atur pola kerjasamanya dengan pemda. Sehingga anak-anak di desa itu akan bekerja sebagai bidan di desanya. Demikian pula untuk guru di desa-desa terpencil akan kita dorong untuk menjadi guru di desa tersebut," ujar Asip.

 

Penulis :
Editor   :