Ketua MPR Lantik Hakam Naja sebagai Anggota MPR


 JAKARTA—Ketua MPR Zulkifli Hasan melantik 10 anggota MPR Pengganti Antar Waktu (PAW) di ruang delegasi Plaza Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2018). Diantara 10 nama itu  adalah Abdul Hakam Naja dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dari daerah pemilihan Jawa Tengah yang.menggantikan Andriyanto Suharsa.

Penganfkatan itu berdasarkan Keppres No.42/P Tahun 2018, 45/P Tahun 2018, 46/P tahun 2018, 47/P Tahun 2018, 50/P Tahun 2018 tanggal 14 Maret 2018 dan Nomor 57/P Tahun 2018 tanggal 16 Maret 2018, telah diresmikan pengangkatan 10 anggota MPR sisa masa jabatan tahun 2014-2019.

Dalam amanatnya, Zulkifli Hasan berharap ke-10 anggota PAW MPR RI yang baru dilantik tersebut mampu menjalankan tugas sebagai anggota MPR RI dengan sebaik-baiknya dalam menjaga empat pilar kebangsaan. “Kami ucapkan, selamat datang, selamat menjalankan tugas terhormat sebagai anggota MPR RI, “ kata Zulkifli dalam sambutannya.

Zulkifli Hasan juga langsung mengajak 10 anggota baru MPR untuk langsung bekerja menyampaikan nilai-nilai luhur ke-Indonesiaan kepada masyarakat. “Akhir-akhir ini nilai-nilai luhur ke-Indonesiaan kita mulai menjauh. Muncul semangat golongan dan kelompok,” katanya.

Dalam pengucapan sumpahnya, Hakam Naja berjanji akan memenuhi kewajibannya sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan berpedoman pada Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.

Dalam menjalankan kewajiban sebagai anggota MPR, akan bekerja dengan sungguh-sungguh, demi tegaknya kehidupan demokrasi, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi, seseorang dan golongan.

"Saya siap menjalankan amanat yang ditugaskan diberikan kepada saya sebagai anggota MPR,"kata Hakam Naja kepada Wawasan seusai pelantikan.

Politisi PAN ini mengakui amanat yang diberikan sebagai anggota MPR memang cukup berat. Menyatukan dan menjaga seluruh komponen bangsa dengan berbagai macam suku, agama dan kepebringan memang cukup sulit. 

Apalagi di tahun politik sekarang ini dimana tarik menarik kepentingan politik sangat kuat. Masyarakat dibingungkan dengan menyebarkan berita bohong (hoax). Berita yang menyebar menjadi bias, mana yang benar dan mana yang bohong.

Masyarakat juga mudah marah dan muncul sentimen dengan adanya berita yang belum jelas kebenarannya itu. Tidak check and recheck atau tabayun.

"Namun kalau amanat itu dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan langkah yang terencana Insya Allah yang kita cita-citakan akan terlaksana dsngan baik,"katanya.

Menurut Hakam Naja disinilah pentingnyamasyarakat menjaga ideologi, menjaga wilayah negara agar orang-orang terpola dengan nilai-nilai kebangsaan dan saling menjaga keharmonisan, kesatuan dan kebhinekaan.  "Dengan begitu kita tidak mudah terprovokasi, termakan fitnah," katanya.

Menjaga nilai-kebangsaan, kebhinekaan, NKRI dan Pancasila memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Meaki begitu harua tetap lakukan. "Karena kalau  kita lakukan dengan sungguh-sunnguh dengan langkah yang terencana dan semua komponen bangsa ikut, insya Allah apa yang  kita cita-citakan akan tercapai,"kata Hakam Naja.

Kesepuluh anggota yang dilantik adlah  Nur Yasin menggantikan Zainal Abidin, Mafirion menggantikan Lukman Edy (cagub Riau), Faisol Riza menggantikan  Abdul Malik Harmain (cabup Probolinggo), Lilis Santika menggantikan Maman Imanulhaq (cabup Majalengka) dan Lukmanul Hakim menggantikan Anna Mu'awanah (cabup Bojonegoro), Jacky Uly menggantikan Viktor Laiskodat Bungtilu (cagub NTT), dan Jafar Shodiq menggantikan Islam Junaidi.

Fraksi PKS, Ei Nurul Khotimah menggantikan  Zulkieflimansyah (cagub NTB), Fraksi Hanura Sudiro Asno menggantikan Miryam S Haryani (tersangka KPK) dan Abdul hakam Naja menggantikan Andriyanto Suharsa.

Penulis : ak
Editor   : wied