Izin Pertunjukan Dangdut Ditarik ke Polres Jepara


Pentas dangdut. Insert: AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Kapolres Jepara. 

JEPARA- Menyusul terjadinya kasus penusukan seorang pemuda hingga tewas di seputaran lokasi pertunjukan musik Dangdut beberapa waktu lalu, Polres Jepara mengambil kebijakan baru. Terutama berkaitan dengan masalah izin keramaian, Polres Jepara menerapkan beberapa pertimbangan baru dalam pemberiannya.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyatakan, izin keramaian yang biasanya dilayani oleh Polsek, sementara waktu ditarik ke Polres Jepara. Dengan demikian ada pertimbangan-pertimbangan yang benar-benar bisa diberlakukan terkait pemberian ijin. Dengan ditangani langsung oleh Polres Jepara, diharapkan bisa lebih selektif dan bisa terarah dalam pengerahan personil pengamanannya.

Kebijakan ini menurut AKBP Yudianto Adhi Nugroho merupakan respon dari Polres Jepara terkait dengan kejadian di Mantingan pekan lalu, dimana seorang remaja tewas usai menonton dangdut. Pihaknya menyatakan akan mengadakan evaluasi terlebih dulu. Bahkan pihaknya juga melakukan pembicaraan dengan beberapa pihak di antaranya Pemkab Jepara dan tokoh masyarakat.

“Soal ini memang ada yang pro dan kontra. Namun yang jelas kebijakan ini adalah respon yang kami berikan. Kami harus melakukan evaluasi. Tidak bisa kita jatuh ke lubang yang sama berkali-kali,” tegas AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Selasa (10/4).

Menyusul adanya peristiwa penusukan remaja dengan pecahan botol hingga tewas di arena Dangdut, Wakapolres Jepara Kompol Aan bahkan sempat mengeluarkan perintah pelarangan pertunjukan dangdut. Perintah ini bahkan diterapkan pada seluruh izin yang sudah dikeluarkan. Terkait hal ini, AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyatakan kebijakan ini tidak hanya berlaku pada pertunjukan dangdut. Namun juga terhadap semua bentuk keramaian yang mengundang massa. Semua akan dievaluasi dan dipertimbangkan dari berbagai aspek.

“Kami akan evaluasi dan mempertimbangkan kembali. Khususnya izin pertunjukan yang dilaksanakan pada malam hari. Kami masih akan mencari jalan keluar yang tegas untuk masalah ini,” tambah Yudianto Adhi Nugroho.

Sementara itu dari kalangan seniman dangdut menyatakan sangat kecewa dengan kebijakan pembatalan izin sejumlah pertunjukan dangdut ini. Sebab dengan tidak ada izin maka mereka dipastikan akan kehilangan pendapatan. Selain itu ada banyak pihak yang akan terpengaruh dampak pelarangan ini. Sebab dalam industri dangdut di Jepara ada banyak pihak yang terlibat. Mulai dari tukang parkir, PKL, pemilik piranti sound system, pemilik tenda, penyanyi, dan musisi.

“Kami berharap ada pembicaraan untuk mendapatkan jalan keluar. Apa iya musik dangdut itu layak disalahkan dalam masalah ini, hingga dilarang. Kami kira perlu dibahas secara lebih mendalam,” ujar Lukito, salah satu pentolan grup dangdut di Jepara, secara terpisah.

 

 

Penulis :
Editor   : wied