Produksi Bawang Temanggung Lampaui Rata-rata Produktivitas Nasional


Produksi bawang putih yangyang dikembangkan di Desa Glapansari, Kecamatan Parakan,  Kabupaten Temanggung melebihi  rata-rata produktivitas nasional,  yakni mencapai  14 ton per hektar sedangkan produktivitas nasional  rata-rata hanya 8,3 ton per hektar. F

TEMANGGUNG-Produktivitas tanaman bawang putih yang dikembangkan di Desa Glapansari, Kecamatan Parakan,  Kabupaten Temanggung melebihi  rata-rata produktivitas nasional,  yakni mencapai  14 ton per hektar sedangkan produktivitas nasional  rata-rata hanya 8,3 ton per hektare.

“Produktivitas bawang putih yang dihasilkan di  Desa Glapansari ini  sangat luar biasa,  bisa mencapai di atas 10 ton per hektare, bahkan ada yang 14 ton per hektare. Sedangkan produktivitas nasional hanya  8,3 ton per hektare,” kata Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto usai panen bawang putih di  Desa Glapansari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Selasa ( 10/4).

Prihasto Setyanto mengatakan, selain produtivitasnya tinggi, kualitas bawang putih yang ditanam di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro tersebut juga sangat bagus dan tidak kalah dengan  bawang impor.
Menurutnya,  bawang putih yang ditanam di Desa Glapansari ini rasa pedasnya sangat menyengat, meskipun  ada bawang yang ukurannya kecil. Namun, bawang putih yang ditanam di Desa Glapansari tersebut saat ini belum untuk dijual melainkan masih difokuskan untuk pembenihan karena selama ini yang menjadi masalah adalah benih. “Kami berharap bawang yang dihasilkan di sini ( Temanggung, red) bisa digunakan untuk benih sehingga benih dari sini bisa menyebar ke seluruh Indonesia ," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah terus mendukung untuk pengembangan bawang putih di Temanggung. Dan, berharap masyarakat terus membudidayakan bawang putih ini supaya target swasembada bawang putih pada 2021 bisa tercapai.

Prihasto mengatakan, adapun  jenis bawang putih yang dikembangkan di  Desa Glapansari ini terdapat beberapa jenis, seperti lumbu kuning, lumbu hijau, dan tawangmangu baru. Selain itu juga ada benih impor yang dikembangkan dari Taiwan , dinilai cukup baik pertumbuhannya dan cocok dengan iklim di Temanggung ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian  dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Masrik Amin Zuhdi mengatakan, di tahun 2018 ini lahan pengembangan bawang putih di wilayah Kabupaten Temanggung akan diperluas menjadi 1.930 hektare melalui APBN dan dan sekitar 700-an hektar dari importir.

“Sedangkan di tahun 2017 lalu lahan pengembangan bawang putih  bantuan APBN Perubahan yang panen pada saat ini seluas 1,170 hektare dan program dari importir seluas 480 hektar,” katanya.

Penulis : widias
Editor   : wied