MoU PWI-UIN Walisongo; Ilmu Jurnalistik sebagai Kompetensi Tambahan


Rektor UIN Walisongo Prof Dr Muhibbin Mag dan Ketua PWI Amir Machmud NS SH MH menunjukkan naskah MoU yang baru saja ditandatangani. Foto: ist

SEMARANG - Setelah menjalin kerja samanya dengan sejumlah perguruan tinggi di bidang Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI), kini PWI Jateng melanjutkan kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, melalui penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Rektor Prof Dr Muhibbin MAg dengan Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS, di kampus setempat, Senin (23/4).

Obsesi mengembangkan kerja sama SJI dengan perguruan tinggi, kata Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS, sebagai upaya penmbelajaran dan penularan ilmu jurnalistik kepada kalangan perguruan tinggi khususnya mahasiswa sebagai kompetensi tambahan. Mengingat tren kekinian, ilmu jurnalistik semakin diminati masyarakat khususnya masyarakat kampus yang didominasi mahasiswa.

Maka, lanjut Amir Machmud, PWI berkepentingan untuk mengembangkan ilmu jurnalistik melalui SJI khusus kepada masyarakat kampus dan mengembangkan sosialisasi kejurnalistikan kepada para pejabat birokrasi dan mitra kerja lainnya agar memahami kerja jurnalistik.

Pada 24-26 April 2018, jelas Amir, PWI Jateng bekerja sama dengan Dewan Pers menggelar sosialisasi UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik kepada 150 kepala desa di Blora, melalui tiga tahap selama tiga hari. Konsep ini juga akan dikembangkan di daerah-daerah lain.

“UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers bukan semata menjadi alat perlindungan kepada pers tetapi juga untuk melindungi public melalui hak jawab dan hak koreksi. Hak ini, yang harus dipahami publik,” tegas Amir Machmud.

Amir juga menganalogikan nama Walisongo sebagai nama kampus ini, dengan Sembilan media ternama di daerah sebagai pelopor media mainstream. Seperti SKH Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Surabaya Pos, Bali Post, dan lainnya.

Adanya kesamaan nama ini yang menyemangati kami menjalin kerja sama dengan UIN Walisongo, Semarang,” tegasnya yang disambut tepukan meriah para pejabat di lingkungan kampus setempat.

Rektor UIN Walisongo Prof Dr Muhibbin Mag menyatakan berterima kasih atas terselenggaranya kerja sama tersebut. Apalagi dikaitkan kebesaran Walisongo dengan sembilan perintis media massa di Indonesia. Rektor menilai kerja sama ini sebagai bagian dari dakwah yang dikembangkan PWI Jateng.

Merujuk misi dakwah yang dikembangkan Walisongo, kata Rektor, tidak pernah merusak tradisi lokal. Semua budaya lokal tetap dipertahankan seperti selamatan tujuh hari, 40 hari, dll. Hal tersebut sebagai pendekatan yang luar biasa. Maka di era kekinian dakwah Walisongo semakin dirindukan masyarakat dan pola dakwah dengan pendekatan kultural tersebut perlu diteruskan oleh para wartawan.

Pola dakwah jurnalis diharapkan misi utamnya senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bukan dakwah yang berimbas kepada perpecahan, menjauhi ujaran kebencian dan mencerahkan. Maka baik buruknya masyarakat juga ditentukan oleh kualitas pemberitaan di media massa.

Kerja sama PWI Jateng dengan UIN Walisongo, diawali dengan pelaksanaan SJI di Fakultas Dakwah jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) minimal satu kali dalam satu semester. Setelah itu, akan dilanjutkan ke semua fakultas sebagai mata kuliah  komperensi tambahan. 

 

 

Penulis :
Editor   :