Kiat Mengatur Jam Kerja Ala Freelancer

150

ilustrasi

Seperti yang pernah saya ceritakan di sini, sejak 2011 saya menjalani status sebagai seorang freelancer. Alhamdulillah, walau bekerja sebagai tenaga lepas, namun saya mendapat honor setiap bulannya layaknya orang yang bekerja di kantoran. Tapi, honornya enggak sama lho dengan yang kerja manis di kantor.

Nah, karena mendapat honor tiap bulan itu, saya bertekad jangan sampai mood merusak perasaan dan hati saya, dan membuat berantakan seluruh pekerjaan.

Berdamai dengan Mood?

Memang sih, sebagai manusia enggak lepas dari yang namanya hati berantakan, swing mood, moody, dan atau apalah namanya. Tapi, saya mencoba berdamai dengan mood. Hati boleh sedih, nangis bercucuran airmata, bete sama orang, tapi jangan sampai kita enggak kerja. Jangan jadikan bad mood alasan untuk tidak bekerja atau tidak menulis. Kapan-kapan deh, saya ceritakan bagaimana berdamai dengan mood ini.

Yang namanya freelancer, memang tidak terikat dengan jam kerja, misalnya dari pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Freelancer bebas-bebas saja mengatur waktu kerjanya, sesuka hatinya, seluang waktunya, semerdeka jam kerjanya.

Tapi, kalau saya, walau bekerja sebagai tenaga lepas yang tidak mengikat waktunya, tetap harus punya jadwal kerja juga. Karena kalau tidak mengatur jam kerja dengan baik, kita malah tidak bisa beristirahat, dikejar-kejar pekerjaan apalagi kalau deadline.

Bagaimana Mengatur Jam Kerja? 

  • Bangun Pagi; Alhamdulillah saya bukan orang yang bangun siang. Mungkin karena kebiasaan kerja dulu, bangun pukul 4 pagi, karena harus berangkat jam 5/5.30 pagi. Saat menjadi freelance pun saya tetap bangun pagi, karena buat saya, bangun awal itu berpengaruh banget buat jeda waktu kita selanjutnya. Dengan bangun lebih pagi (sekitar jam 3 – 4), kita juga banyak waktu mempersiapkan untuk mengurus anak.
  • Berpakaian/berdandan layaknya orang bekerja; enggak musti pakai lipstik, atau berdandan lengkap. Tapi, minimal mandi biar wangi (pengaruh lho buat kerja), pakaian rapi. Ini berlaku karena anak-anak saya, enggak pernah suka innanya pakai daster, apalagi kalau nganterin mereka sekolah. Enggak boleh ke luar rumah, kalau enggak mandi 
  • Mengatur jadwal kerja; pekerjaan saya sebagai freelancer terbagi dalam dua bagian pekerjaan:
    • Update 5 hari (Senin sampai Jumat)
    • Update setiap hari, Senin sampai Minggu, berdasarkan shift.
      • Karena berbeda jam kerja itu, maka saya mengatur jadwal kerja pertama adalah jam 09.00 sampai 11.00 WIB
      • Lalu jam kerja kedua 14.00 WIB sampai 21.00 WIB
  • Selama kerja, saya jarang mengakses sosial media (kecuali ada job buzzing)
  • Istirahat. Ini penting karena pengaruh banget buat kedigdayaan kesehatan kita sebagai freelancer 
  • Untuk yang jam kerja kedua, istirahat bisa saya lakukan di antara jam-jam kerja tersebut, karena pekerjaan tersebut bisa dilakukan dengan santai dan berkaitan dengan sosial media.
  • Jarang begadang. Sekarang menghindari begadang. Kalau pun kerja malam, biasanya saya tidur dulu, dan bangun di malam hari.

Seperti itu kira-kira, saya mengatur jam kerja sebagai freelancer. Alhamdulillah, sudah tiga tahun ini saya melakoninya, dan sejak kepindahan ke Yogyakarta, lebih disiplin lagi. Oh ya, paling penting juga nih, kalau bisa dan ada tempatnya, walau pun freelancer atau pekerja paruh waktu, ada baiknya kita punya sudut kerja. Dengan adanya sudut kerja, buat saya membawa aura untuk bekerja serius tapi santai 

Bagaimana jam kerja Sahabat Blogger yang freelancer?

Penulis :
Editor   :