SEMARANG - Badan Urusan Logistik (Bulog) Devisi Regional (Divre) Jawa Tengah sudah menyalurkan 269.000 ton beras sejahtera (rastra) pada tahun 2017 dari pagu 439.000 ton. Diklaim mengalami surplus ketersediaan beras, Bulog mengaku memasok kekurangan beras di Kalimantan. Hal itu diungkapkan Kepala Divre Bulog Jateng, Djoni Nur Ashari, Jumat (18/8).
Djoni mengatakan, dalam 2017, sasaran rastra tersebut diperuntukkan pada 2,4 juta rumah tangga sasaran. Dari serapan 2017, daerah Brebes menjadi wilayah dengan serapan paling tinggi mencapai 17.742 ton dari pagu sebulan. Serapan tertinggi kedua ada di Kabupaten Cilacap dengan jumlah 141.764 ton, disusul Grobogan 124.240 ton. "Jika dihitung, penyaluran rastra sudah masuk 50 persen lebih kepada rumah tangga sasaran," ungkap Djoni belum lama ini dalam kegiatan bersama media.
Hingga pertengahan Agustus, lanjutnya, terdata 304.000 ton serapan pengadaan di Jateng, yang diklaim bisa dikonsumsi hingga tujuh bulan mendatang.
Djoni tak memungkiri sempat terjadi masa paceklik beras di Jateng lantaran belum masuk masa panen. Namun, usai masuk masa panen, semua diklaim stabil. Masa tersebut juga tidak sampai mengalami kekurangan beras. "Justru kita jadi pemasok di Kalimantan. Sampai 36.000 ton yang sudah dilaksanakan. Selanjutnya ada 26.000 ton yang kembali akan disalurkan," terang Djoni.
Dalam melaksanakan serapan beras rastra, pihaknya memiliki tantangan seperti kondisi cuaca dan penyerapan informasi dari masyarakat.
Penulis :
Editor :