Kekerigan meluas, warga Dusun Wonorejo, Desa Geyer berdesak-desakan antri bantuan air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI). Foto: Felek Wahyu
GROBOGAN- Langkah cepat dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk menanggulangi meluasnya dampak kekeringan yang melanda Kabupaten Grobogan. Salah satunya corps kemanusiaan itu menyalurkan air bersih ke warga Desa Geyer, Kecamatan Geyer dan Desa Plosoharjo, Kecamatan Toroh, Droping air dengan memanfaatkan truk tangki milik PMI Provinsi Jawa Tengah, diharapkan dapat menutup kebutuhan air bagi warga hingga beberapa hari ke depan.
Gesit Kristyawan, Staf Pelayanan Yansoskesmas dan Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Grobogan menjelaskan, distribusi air bersih dilakukan karena warga mengalami krisis air bersih terutama di Kecamatan Geyer. “Untuk tahap pertama, pihaknya mengaku telah siap menyalurkan air bersih ke warga sejumlah 600 ribu liter. Kemarau panjang berdampak terjadinya krisis air bersih di beberapa wilayah di Kabupaten Grobogan. Kami sengaja melakukan aksi sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap warga," ungkapnya.
Penyaluran dilakukan memanfaatkan tangki bermuatan 6 ribu liter ini bisa mencukupi sekitar 50 kepala keluarga. “Untuk tahap selanjutnya penyaluran air bersih akan menyasar di beberapa desa lainnya yang mengalami krisis air dengan skala prioritas," imbuhnya.
Ketua RT Dusun Wonorejo, Desa Geyer mengaku, krisis air bersih terjadi sekitar satu bulan yang lalu. Warga di wilayahnya kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan air setiap harinya, warga menggunakan air bersih dari sumur. "Air dari sumur mulai mengering. Jadi warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan setiap hari,” ungkapnya.
Ia sangat berterima kasih dengan pihak PMI yang telah membantu air bersih di desanya. “Dengan bantuan penyaluran air bersih dari PMI Kabupaten Grobogan sangat membantu sekali untuk warga kami memenuhi kebutuhan air bersih, untuk itu terima kasih kepada PMI atas bantuan dan kepeduliannya," tuturnya.
Penulis : fww
Editor :