Air Waduk Susut, Karamba Ditarik ke Tengah


Air menyusut di Waduk Gajahmungkur, sehingga keramba ditarik ke tengah ada tetap mendapatkan air yang cukup bagi ikan. Foto: Tulus Premana edi

WONOGIRI- Seiring dengan menyusutnya volume air Waduk Gajahmungkur Wonogiri, para pemilik jaring apung, atau karamba harus mengeluarkan tambahan biaya untuk menarik karambanya lebih ke tengah untuk mecari perairan yang lebih dalam. Sebab bila berada di area dangkal, ikan ikan di karamba bisa stres dan mati.
Erwando Rahmadi, Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) III, Perum Jasa Tirta (PJT) I Wilayah Sungai Bengawan Solo, didampingi Hermawan. Cahyo Nugroho Kepala Sub bid Divisi III/ I Perum Jasa Tirta (PJT) I Wilayah Sungai Bengawan Solo, ketika dihubungi Wawasan.co Sabtu (19/8) menjelaskan bahwa saat ini ketinggian muka air Waduk Gajah Mungkur Wonigiri hanya berada di angka 130.84 meter di atas peremukaan laut (DPL). 
"Angka 130.84 m DPL belumlah membahayakan karena batas bawahnya 127.00 m DPL. Jadi masih batas aman. Dan saat ini ada sejumlah proyek di perairan WGM yang membutuhkan elevasi rendah, seperti pengerukan sedimantasi," kata pria yang akrab dipanggil Wawan tersebut.
Disinggung perihal karamba yang ditarik ke tengah, Wawan menuturkan kakau hal itu selalu dilakukan para pemilik karamba di saat air susut. Karena kalau tidak ditarik ke tengah, ikan ikannya akan mati. Namun Wawan berpesan karamba tetap di zonasi yang sudah ditetapkan.

Penulis :
Editor   :