Hingga berita ini diturunkan belum diketahui pasti berapa jumlah kios yang terbakar dan berapa jumlah kerugiannya. Namun diperkirakan jumlah kios yang terbakar mencapai puluhan kios dan kerugiannya ratusan juta rupiah. Diduga kebakaran akibat korsleting listrik dari bagian belakang pasar.
Saksi mata kebakaran, Karji (53)mengatakan, sumber api berasal dari kabel listrik diatas salah satu kios gerabah dibagikan belakang pasar. Dikatakan, api muncul sekitar pukul 18.30 WIB karena kondisi angin kencang menyebabkan api dengan cepat membesar. Hal itu ditambah dengan bangunan kios yang sebagian besar berupa kayu, sehingga mudah terbakar.
''Warga sekitar sudah berusaha memadamkan dengan peralatan seadanya tapi api semakin membesar,'' katanya.
Sri Pujiati (55), salah seorang pedagang, mengaku tidak tahu persis sumber api berasal dari kios milik siapa. Setahu dia, api mulai muncul setelah magrib.
''Warga sekitar yang memiliki kios langsung berlarian ke pasar untuk mengamankan barang dagangan yang masih bisa diselamatkan,'' kata dia.
Camat Kaliwungu, Dwi Cahyono, mengatakan, dua tempat itu cukup strategis, karena tidak jauh dari lokasi Pasar Pagi Kaliwungu yang terbakar. Namun begitu, pihaknya tetap menerima masukan pedagang terkait tempat relokasi.
‘’Sementara dua tempat itu yang kami usulkan sebagai relokasi bagi pedagang,’’ kata dia, Minggu (20/8).
Dia mengatakan, kebakaran tersebut menyebabkan sekitar 80 persen kios dan los milik pedagang hangus terbakar. Jumlah kios dan los yang dilalap api sebanyak 367 kios dan los yang terdiri atas kios B dan C di blok timur, los sebanyak 200 unit, sembilan kios ayam, dan 100 pedagang lesehan.
‘’Api berhasil dipadamkan Sabtu (19/8) sekitar pukul 22.50. Sebanyak 13 mobil pemadam dari Kendal dan Semarang dikerahkan,’’ tuturnya.
Penulis :
Editor : awl