Menara BTS Dibangun, 35 Area Blank Spot Teratasi 


Kepala Subdit Pengembangan Pitalebar Ditjen Penyelenggaraan Pos Dan Informatika Kementerian Kominfo, Dadang Irawanto  memberikan pemaparan dalam  Rakor Blank Spot Telekomunikasi  di  Rumah Makan Mbok Berek, Jalan Raya Klampok, Wanasari, Brebes, kemarin. F

 

BREBES - Sebanyak 36 area blank spot (sulit telekomunikasi) yang tersebar di beberapa desa se-Kabupaten Brebes, bakal segera teratasi dengan dibangunnya menara Base Transceiver Station (BTS). Kebutuhan komunikasi bagi masyarakat di pegunungan tersebut akan segera terpenuhi setelah digelarnya Rapat Koordinasi Blank Spot Telekomunikasi  di  Rumah Makan Mbok Berek, Jalan Raya Klampok, Wanasari, Brebes, kemarin.

Dari 36 area blank spot sinyal telekomunikasi yang ada di Kabupaten Brebes, tersebar di 6 desa (Kecamatan Paguyangan). 9 desa di Kecamatan Bantarkawung, 3 desa di Kecamatan Sirampog, 5 desa di Kecamatan Banjarharjo dan 12 desa di Kecamatan Salem  serta 1 desa di Kecamatan Larangan.

Kepala Subdit Pengembangan Pitalebar Ditjen Penyelenggaraan Pos Dan Informatika Kementerian Kominfo, Dadang Irawanto dalam kesempatan itu, meminta kepada perusahaan provider untuk bahu-membahu membangun menara BTS.

“Kebutuhan komunikasi menjadi hal yang sangat penting terutama untuk peningkatan perekonomian di daerah wisata dan sentra komunikasi. Kepada para kepala desa di masing masing blank spot, diharapkan untuk mendata jumlah jiwa dan kepemilikan telephone seluler (handphone),”timpal Dadang.

Dadang juga mengimbau kepada para kepala desa untuk memetakan daerah wisata dan UKM didaerahnya yang masih blank spot. Karena akan dibantu pendirian menara BTS selama setahun dengan pola kerja sama antara pihak Kementerian Kominfo, pemkab dan provider serta desa yang bersangkutan.

Rakor itu sendiri dibuka Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan Dan Pembangunan Diding Setiadi. Dalam sambutannya, Diding mengajak kepada para provider untuk secepatnya membangun menara BTS mengingat kebutuhan informasi dan komunikasi masyarakat menjadi kebutuhan vital di era digital ini.

“Para kepala desa diharapkan untuk secepatnya menyiapkan data penduduk sebagai kelengkapan dan pertimbangan provider yang akan membangun menara. Selain itu, juga supaya dipastikan perusahaan telekomunikasi mana saja yang akan membangun menara di 36 titik blank spot tersebut,” paparnya.

Diding juga meminta untuk dilakukan survei bersama dan dilakukannya koordinasi dengan dinas terkait untuk mempercepat pelayanan masyarakat.

Kepada Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Kabupaten Brebes Johari menjelaskan, di Kabupaten Brebes ada 278 menara BTS. Meski demikian masih ada 36 titik blankspot di 36 desa blankspot komunikasi dari 297 desa dan kelurahan se-Kabupaten Brebes.

“Kami targetkan,hingga tahun 2019 seluruh Kabupaten Brebes tidak ada lagi blank spot telekomunikasi,”pungkas Johari.  

 

 

Penulis : ero
Editor   :