Ramadan - Idul Fitri, Pemkab Blora Jamin Kebetuhan Masyarakat Aman


Stok pangan (beras) di gudang Bulog Jepon, Blora, dalam kondisi aman untuk kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri 1439 H. Foto : Wahono

BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, menyatakan kesiapannya memberikan pelayanan menyeluruh kepada masyarakat selama Ramadhan, dan Idul Fitri 1439 Hijriyah mulai setok pangan, kelancaran arus lalu-lintas, dan pengamanan.

Kesiapan penuh itu, dibeber dalam rapat koordinasi (rakor) lintas intansi tentang kesiapan ekonomi, keuangan, industri daerah (Ekuinda) hingga transportasi yang digelar di ruang pertemuan Setda setempat.

 “Dalam rakor lintas intansi tentang Ekuinda, dan sistem keamanan daerah, semua menyatakan kesiapannya,” jelas Kabag Humas & Protkol Setda Blora, Haryanto, Kamis (17/6).

Rakor Ekuinda yang dipimpin Bupati H. Djoko Nugroho didampingi Wakil Bupati H. Arief Rohman, dihadiri Kapolres AKBP Saptono, Kasdim Blora Mayor (Kav) Hyasintus Waleng, semua kepala dinas/instansi (OPD), Kabag, Camat, BUMD dan  Perbankan.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM), Maskur, dalam paparannya meyakinkan kondisi harga sembako di Kabupaten Blora saat ini masih relatif normal, dan sebagian besar berada di bawah HET, keculai telur.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Hj Reni Miharti, menyatakan bahwa stok beras di Kabupaten Blora saat ini sedang mengalami surplus, bahkan  Mei ini hingga Juni nanti petani sedang melakukan panen kedua.

Hentikan Truk Berat

Reni memperkirakan ada surplus beras mencapai 233.000 ton beras, setok sangat berlebih, dan petani cukup cerdas dengan menyimpan hasil panen kedua (MT-II)  sebagai cadangan pangan sendiri.

“Komoditas lainnya setok masih aman, hanya yang masih mendatangkan dari luar daerah bawang merah, kedelai dan telur ayam,” bebernya.

Perwakilan Bulog Blora, Bayu, menambahkan setok beras di gudang Bulog masih mencukupi untuk kebutuhan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri, karena saat ini masih  ada 4.489 ton beras.

Ketua Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Suma Novendi, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pertamina,  intinya pasokan gas elpiji di Kabupaten Blora dijamain aman.

“Ramadan ini, da penambahan setok elpiji sebanyak 3-5 persen, dan mendekati Lebaran nanti akan ditambah 8 persen dari kuota normal,” jelasnya.

Kepala Dinrumkimhub, H. Samsul Arief, menggalang kerjasama dengan Satlantas Polres Blora dalam pengaturan lalu-lintas saat arus mudik dan balik, dengan melakukan penjagaan di Pasar Kunduran, Pasar Ngawen, dan Pasar Jepon.

“Dinrumkimhub akan menambahan rambu lalu lintas, dan lampu penerangan jalan umum,”  paparnya.

Diakuinya, saat ini jalur tengah lewat Blora semakin ramai dari dampak ambrolnya jembatan Widang di perbatasan Tuban-Babat, maka kendaraan berat mulai H-4 Lebaran dihentikan agar arus mudik lebih lancar.

Kapolres AKBP Saptono, menyatakan jajarannya didukung Kodim 0721/Blora, melaksanakan pengamanan selama Ramadan hingga Idul Fitri, dan melaksanakan Operasi Ketupat Candi 2018 mulai 8 Juni hingga 25 Juni 2018.

 

Penulis : wah
Editor   :