DEMAK - Di tengah era digital, tradisi ruwat terbukti masih mendapat tempat di hati masyarakat. Seperti terlihat di Desa Kedunguter Kecamatan Karangtengah, Minggu (20/8). Ribuan warga tak terpisah golongan, usia dan status berebut air kembang tujuh rupa. Begitu pun gunungan berisi hasil bumi, tandas menjadi rebutan warga yang percaya bakal mendapat keberuntungan dan berkah sepanjang tahun ke depan.
"Ngalap berkah Insyaallah tidak akan hilang di telan zaman. Utamanya bagi masyarakat desa, karena ini tradisi warisan leluhur," kata Sutikno (70), sesepuh desa.
Antusiasme warga mengikuti rangkaian prosesi ruwat desa dan sedekah bumi tak terpatahkan sengatan matahari. Terlebih karena setelah kegiatan adat budaya tersebut, dilanjutkan dengan karnaval perayaan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI. Karnaval yang dilaksanakan di sepanjang jalan poros desa itu seolah juga menjadi magnet. Karena massa dari 13 RT menampilkan performa masing-masing sesuai dengan tema yang diusung. Semangat nasionalisme bahkan semakin membara, karena selain atribut bernuansa merah putih diputar pula lagu-lagu perjuangan.
Kepala Desa Kedunguter Masrukin menjelaskan, tradisi ruwatan yang bertepatan dengan peringatan HUT RI selalu diikuti oleh warga dengan harapan berkah melimpah melingkupi keluarga sepanjang tahun. "Gunungan berisi hasil bumi menjadi rebutan warga, untuk ngalap berkah biar hasil panen melimpah," pungkasnya.
Penulis : ssj
Editor :