Gojek Tak Dilarang, Paguyuban Angkutan Salatiga Ancam Bubar


Ratusan angkutan konvensional di Salatiga menggelar demo da memarkirkan kendaraan mereka di jantung kota tepatnya di Bundaran Taman Sari, Salatiga sambil menuntut agar Go-jek dilarang beroperasional di Salatiga

SALATIGA - Ketua Induk Paguyuban Angkutan Kota Salatiga (IPAS), Agus Siswanto mengancam akan mengundurkan diri jika persiapan penolakan Go-jek tidak disikapi secara tegas oleh Pemkot.

Bahkan, ia pun menyebut akan membubarkan paguyupan IPAS kalau sampai seruhan hati para sopir angkutan konvensional tidak digubris.

"Jika sampai tidak ada ketegasan dari Walikota untuk menutupi aplikasi Go-jek saya lebih baik menggundurkan diri. Kalau perlu IPAS dibubarian saja, dari pada dapat tekanan sementara Go-jek masih beropersional secara sembunyi-sembunyi," kata Agus Siswanto dihadapan Forkopinda, pejabat terkait di lingkungan Pemkot Salatiga saat perwakilan angkutan konvensional Salatiga ini menemui Walikota Yuliyanto, di Rumdin, Senin (21/8).

Agus menyebut, selama ini selalu meredam anggota IPAS untuk tidak berbuat anarkis dan melawan para kru Go-Jek yang ternyata masih beroperasi meski tidak mengenakan jaket identitas, tetapi bermain lagi dan beroperasi di jalan. Para kru angkutan kota mengamati di jaringan online dan aplikasi.

"Tindakan Go-Jek sangat meresahkan kalangan kru angkutan kota. Kami masih menahan untuk tidak berbuat gesekan dan benturan fisik. Kami mengamati, memata-matai kegiatan kru Go-jek. Saya selaku ketua IPAS Salatiga beberapa kali mengerem sikap teman-teman yang akan melakukan tindakan. Untuk itu segera hentikan Go-Jek,” tandas Agus Siswanto di hadapan walikota ditengah upaya dialog dua arah.

Walikota Salatiga, Yuliyanto menyikapi masalah ini menegaskan bahwa pihaknya  telah mengeluarkan surat agar operasi Go-Jek berhenti dan tidak operasional karena belum ada izin di Salatiga.

"Surat ini sudah kami keluarkan untuk mengentikan Go-Jek, sekaligus perekrutan tenaga Go-jek," tegas Yuliyanto.

Ketua DPRD Salatiga, Teddy Sulistio menegaskan bahwa IPAS Salatiga angkutan kota dan kru gojek adalah sama-sama rakyat di Salatiga yang harus saling bijaksana dan diharapkan ada kesepakatan bersama untuk bisa mencari ‘makan’ di Salatiga yang ke depan bersama sejahtera. “Go-Jek misalnya operasi malam dan harus ada kesepakatan bersama dan saya berharap Salatiga bisa sejahtera bersama,” tandas Teddy Sulistio.

Sementara, di luar Rumdin Walikota sedikitnya 423 angkutan kota dan angkutan umum di Salatiga terdiri dari 17 jalur menutup jalan utama pusat kota, yakni ujung jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Diponegoro. 


Penulis : ern
Editor   : awl