Desain Jembatan Baru di Srowol Diubah


 Sejumlah pekerja masih fokus membuat oprit (badan jalan baru) penghubung jembatan dengan jalan ke arah Mendut. (Tri Budi Hartoyo)

MUNGKID- Pembangunan jembatan baru di Srowol yang menghubungkan Magelang - Kulonprogo sedikit tersendat menyusul adanya perubahan desain. Terutama menyangkut galian tanah untuk penempatan pondasi bawah (abutment) dan tiyang penyangga gelagar rangka jembatan.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Magelang, Heriyanto, perubahan desain disesuaikan dengan
masukan dari Kementerian PU-PR. Kedalaman pondasi bawah dari semula tiga menjadi enam meter. "Begitu halnya dengan ukuran koloman juga dinaikkan dari rencana 19 menjadi 25 milimeter, agar lebih kokoh dan mampu menahan gempuran banjir lahar hujan dalam skala yang biasa terjadi pascaerupsi Gunung Merapi," katanya, kemarin.


Konsekuensi adanya perubahan desain tersebut, lanjut Heriyanto, terjadi pembengkakan anggaran. Atas persetujuan Kementerian PU-PR, penambahan anggaran dimaksud akan diambilkan dari selisih hasil lelang.  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Parjan, mengakui, adanya klaim dari Sukir, warga Gunungpring, Muntilan, bahwa sebidang tanah miliknya belum diberi ganti rugi. Menurut dia, masalah tersebut sedang dikoordinasikan dengan Kantor Pertanahan. "Kalau memang yang bersangkutan memiliki bukti kepemilikan yang sah atas tanah yang digunakan untuk proyek, maka anggaran ganti rugi akan diusulkan melalui APBD 2018," katanya, dihubungi secara terpisah.


Proyek APBN 2017 senilai hampir Rp 6 miliar ini digarap oleh PT Sempalan Jati dari Kudus. Rangka jembatan sepanjang 60 meter dengan
lebar 11 meter membentang di atas alur Kali Pabelan. Posisi bangunan berada di bagian hilir sabodam milik BBWSSO Yogkarta.
Sejak ditangani tiga pekan lalu, pekerjaan masih terfokus pada pemasangan talud dan pengurugan oprit (badan jalan baru) sepanjang kira-kira 80 meter arah Mendut. Juga menggali tanah sumuran untuk pembuatan pondasi bawah.


Jembatan permanen itu sebagai pengganti bangunan lama yang ambrol diterjang banjir lahar dingin pertengahan Desember 2010. Sekaligus
akan menggantikan jembatan gantung yang dibangun oleh BNPB pada 2011 silam.


Keberadaan Jembatan Srowol memiliki peranan strategis dan sangat penting karena berada di jalur alternatif ruas jalan  Magelang-Kulonprog. Infrastruktur itu akan menjadi cukup vital,  setelah Bandara di Kulonprogo selesai dibangun. Ke depan, jalur alternatif itu dipastikan akan semakin ramai sebagai jalur transportasi bagi wisatawan dari Yogyakarta yang akan mengunjungi Candi Borobudur. juga bisa meningkatkan mobilitas warga
masyarakat luas yang terbiasa menggunakan jalur tersebut. 

Penulis : tbh
Editor   :