SALATIGA - Ratusan angkutan kota baik angkot, angkudes, maupun taksi yang mengancam menggelar aksi mogok massal bukan isapan jempol. Sejak Selasa (22/8) pagi, jam saat aktivitas para pelajar hendak berangkat sekolah tak terlihat angkot/prona "berkeliaran" di Salatiga. Akibatnya, banyak pelajar dan sebagian lagi adalah PNS tak memiliki kendaran pribadi telantar.
Namun, upaya ini ternyata telah diantisipasi pihak Pemkot Salatiga melalui Dinas Perhubungan Kota Salatiga. Sejak Senin (21/8) malam dilakukannya koordinasi dengan sejumlah instansi samping termasuk TNI-Polri, Dishub menyiapkan kurang lebih 17 armada. "Tujuh belas armada itu terdiri atas truk, bus, mobil dobel kabin, serta mobil dinas termasuk IAIN kita kerahkan untuk tukntu masyarakat khususnya pelajar yang tidak membawa kendaraan pribadi sendiri yakni motor," kata Kepala Dishub Adi Suprapto kepada Wawasan, Selasa (22/8) pagi.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah titik kumpul pun telah dikoordinasikan agar masyarakat tidak kesulitan jika ingin memanfaatkan fasilitas yang disiapkan Pemkot. Sementara, Dandim 0714 Salatiga Letkol Asjur saat dimintai keterangan terkait diterjunkannya truk milik Kodim untuk membantu aktivitas masyarakat di pagi dan siang atau pulang kerja pada sore hari. "Iya, Kodim sendiri membantu satu truk yang standby di kawasan Patung Gajah," tandas Dandim Letkol Asjur.
Sementara, dari pantauan di Bundaran Taman Sari Salatiga kondisi terlihat lengang. Tak nampak satu pun angkot mangkal di jantung kota Salatiga itu. Kondisi ini sangat kontrak jika dibandingkan hari-hari biasanya.