H-2,  Kendaraan Tonase Besar Dilarang Melintas.


 Kawasan pertokoan di Jalan Jenderal Soedirman Purbalingga dipadati kendaraan yang parkir, Senin (11/6). Jumlah pengunjung melonjak pada H-4 lebaran. (Foto :Joko Santoso)

 

PURBALINGGA-Selama H-2 kendaraan dengan tonase lebih dari 14 ton dilarang melintas di jalan raya.  Ketentuan tersebut diberlakukan mulai pada tanggal 12 Juni esok. Larangan itu termasuk sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kemacetan saat arus mudik lebaran. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Purbalingga, R Imam Wahyudi mengatakan larangan tersebut berdasarkan  Permenhub 34 tentang pengaturan lalu lintas pada masa angkutan Lebaran 2018. Dalam aturan tersebut, kendaraan bermuatan berat dilarang melintas di jalan raya mulai 12-14 Juni. Selain tanggal tersebut, Kemenhub juga melarang kendaraan melintas 22-24 Juni.

"Pembatasan juga diberlakukan termasuk untuk angkutan yang lebih dari 3 sumbu atau dengan kereta tempelan atau gandeng, atau yang dipergunakan untuk mengangkut bahan-bahan tambang seperti galian C. Larangan tersebut tidak berlaku untuk kendaraan pengangkut BBM, Gas dan barang Pos serta kendaraan pengangkut sepeda motor para pemudik," katanya melakukan pantauan arus mudik, Senin (11/6).

Imam menambahkan larangan tersebut berlaku mulai 12 Juni pukul 00.00 sampai 14 Juni pukul 24.00. Kemudian untuk arus balik mulai 22 Juni pukul 00.00 sampai dengan 24 Juni pukul 24.00. Diluar ketentuan tersebut kendaraan tonase besar boleh melintas. 

"Saya menghimbau kepada para pemudik agar mentaati segala peraturan yang ada, hal tersebut demi kelancaran dan keselamatan selama melakukan perjalanan mudik," ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga  menyiapkan rest area bagi para pemudik. Lokasinya di halaman kantor BPBD di Jalan Soekarno Hatta. Keberadaan rest area diharapkan bisa  memberikan kenyamanan bagi pemudik yang tengah melakukan perjalanan menuju kampung halaman.

“Tujuan didirikannya posko lebaran ini untuk memberikan pelayanan bagi para pemudik untuk beristirahat setelah melakukan perjalanan jauh,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Rusmo Purnomo, Minggu (10/6).

Fasilitas yang disediakan oleh BPBD Purbalingga untuk para pemudik juga cukup lengkap mulai dari tempat beribadah, toilet, tempat istirahat hingga konsumsi bagi para pemudik. Rest area BPBD Kabupaten Purbalingga dibuka selama 24 jam non stop yang sudah dibuka sejak Jumat (8/6)

“Rest area ini kami sediakan untuk para pemudik dan pengendara sampai tanggal 21 Juni 2018,” imbuhnya.

Setiap harinya, lanjut Rusmo menerjunkan enam orang personel untuk berjaga di Rest Area BPBD secara bergantian dengan system sift pagi, siang dan malam selama 24 jam. Para petugas tersebut nantinya akan membantu dan memberikan pelayanan kepada para pemudik ataupun para pengendara sebelum melanjutkan perjalanannya.

Sementara itu berdasarkan pantauan Senin (11/6), kawasan pertokoan di Jalan Jenderal Soedirman Purbalingga sudah didapadati pengunjung. Lokasi parkir kendaraan yang ada di tepi jalan padat oleh kendaraan. Petugas parkir harus melakukan penataan agar parkir kendaraan tak membuat arus lalu lintas menjadi macet.

 

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   :