Perlintasan tanpa palang pintu ditutup besi penghalang agar mobil tidak bisa lewat. Foto. Agus Umar
KENDAL - Pascakecelakaan di perlintasan tanpa apalah pintu di Desa Genang Kecamatan Gemuh yang menewaskan lima orang, sejumlah perlintasan tidak berpalang pintu yang tersebar di sejumlah titik di Kendal akan ditutup. Hal tersebut disampaikan Kepala Dishub Kendal, Muhammad Toha kepada wartawan, kemarin."Kami akan menutup sejumlah perlintasan tak berpalang pintu untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan," ujar Toha.
Menurut Toha di Kendal sebelum ada double track jumlah perlintasan tak berpalang pintu ada 48 namun sekarang berkurang dengan sendirinya menjadi 31. Sejauh ini baru 12 yang berpalang pintu, delapan di antaranya dijaga oleh PT KAI sedangkan 19 lainnya saat ini dalam kondisi tidak berpalang. “Solusinya memang harus dibuatkan palang pintu. Tapi itu butuh biaya besar sekitar Rp 400 juta,” tuturnya.
Toha mengatakan, dari 19 perlintasan yang tidak berpalang pintu, pihaknya akan mengusulkan ke pusat untuk pembuatan lima palang pintu, sedangkan 14 lainnya kemungkinan akan ditutup. "Kelima titik itu akan dibangun palang pintu karena dinilai arus lalu lintasnya padat," ujarnya.
Toha mengaku, rencana Dishub akan mengundang camat dan desa yang di daerahnya ada persimpangan tak berpalang pintu untuk disosialisasikan dan kesepakatan mengamankan daerahnya masing-masing. Intinya harus dikurang penyeberangan berbahaya yang tidak berpalang pintu, dengan cara dilakukan penggabungan dengan terdekat."Selama ini sudah ada desa yang melakukan swadaya pengaman sendiri, dibayar desa. Mungkin desa yang lain bisa meniru," ujarnya.
Toha akan menyampaikan masalah itu kepada DPRD sehingga akan menjadi perhatian dan harapnya untuk pemasangan palang pintu bisa menggunakan APBD. Ditambahkan, Dishub saat ini kesulitan untuk penempatan petugas lantaran terkena moratorium PNS. Adapun petugas yang ada adalah petugas pekerja harian atau tenaga kontrak. “Kendalanya, karena kontrak mereka bisa sewaktu-waktu mengundurkan diri seenaknya,” tandasnya.
Padahal, untuk petugas penjaga pintu ini tidak bisa sembarang orang. Melainkan tenaga khusus yang sudah dibekali dengan pendidikan dan pelatihan dari PT KAI. “Jadi tidak sembarang orang, kalau sudah mengundurkan diri kami kesulitan untuk merekrut karena penjaga JPL itu harus sudah yang bersertifikat,” tambahnya.
Penulis :
Editor :