Direktur Operasional PTPN IX, Satrijo Wibowo melihat proses penandatanganan prasasti proyek revitalisasi PG Rendeng. Foto: Ali Bustomi/
KUDUS – Direktur Operasional PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN IX), Satrijo Wibowo mengatakan sejumlah pabrik tua yang sudah tidak produktif lagi akan diistirahatkan. PTPN IX berencana akan membangun pabrik baru lagi dengan menggunakan alokasi dana Penyertaan Modal Nasional yang kini telah digelontorkan oleh pemerintah.
Menurut Satrijo total anggaran PMN sebesar Rp 1 triliyun yang dikucurkan kepada PTPN IX, sebesar Rp 225 miliar digunakan untuk revitalisasi Pabrik Gula Mojo, dan Rp 225 miliar untuk revitalisasi PG Rendeng. ”Jadi, sisa Rp 550 miliar rencananya untuk membangun pabrik gula baru yang rencananya akan dibangun di Comal ,” kata Satrijo saat menghadiri proses groundbreaking revitalisasi PG rendeng, Selasa (22/8) kemarin.
Menurut Satrijo, nanti jika pabrik gula baru nanti beroperasi, pabrik gula lama akan dialihfungsikan. Pabrik lama akan diubah menjadi pabrik pengolahan gula cair atau karamel. Sementara, untuk tebu petani yang sebelumnya digiling di pabrik gula lama, akan dialihkan ke pabrik gula baru yang dipastikan akan lebih efisien. ”Karena pabrik yang lama yang dibangun di tahun 1870 an atau yang lebih tua lagi, sudah tidak produktif,” katanya.
Dikatakan, untuk memasok kebutuhan bahan baku pabrik gula baru nanti, PTPN IX membutuhkan total 1250 hektar lahan tebu. Jumlah tersebut akan dipenuhi dari lahan milik petani dari pabrik lama, ditambah sewa dan dari konversi lahan karet yang kini telah dilakukan di daerah Jepara. ”Setelah pabrik baru nanti selesai, Insyaallah PTPN IX akan lebih produktif dan modern. Karena selain pabrik baru, juga ada PG Mojo dan PG rendeng yang sudah direvitalisasi,” tandasnya.
Sementara, disinggung pelaksanaan revitalisasi PG Rendeng, diakui Satrijo, agak sedikit terlambat lantaran pencairan dana PMN juga terlambat. Sesuai kontrak, pelaksanaan revitalisasi akan rampung pada 2019 mendatang.
Sebagai Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo sebagai pelaksana revitalisasi, mengaku optimistis proyek revitalisasi nanti berjalan lancar. “Kami optimistis proyek ini dapat berjalan baik dan memenuhi target secara tepat waktu dan tepat mutu dengan kolaborasi para engineer terbaik kami,” jelasnya.
Keyakinan yang sama juga disampaikan oleh Direktur Operasi PT Barata Indonesia Tony Budi Santosa. Menurutnya, proyek revitalisasi ini juga sebagai bentuk sinergi yang baik serta sebagai bentuk upaya bersama untuk meningkatkan konten lokal. “Sinergi antar BUMN semacam ini harus terus dilakukan agar industri nasional, khususnya di bidang pergulaan semakin mandiri melalui komitmen penggunaan konten lokal yang tinggi, ” ujarnya.
Penulis : al
Editor :