Juliari: Kunjungan Yahya Staquf ke Israel Dilihat dari Sisi Positifnya


Juliari P Batubara

 JAKARTA- Kunjungan Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf ke Israel mengundang polemik. Yahya dinilai mencederai reputasi politik luar Indonesia di mata internasional, juga melukai rakyat Palestina. Namun menurut anggota DPR dari PDI Perjuangan Juliari P Batubara kunjungan itu juatru bernilai positif. ''Kunjungan itu sebaiknya dilihat dari sisi positifnya. Dan menurut saya positif sekali,'' katanya kepada Wawasan.co, Rabu (13/6).

Menurut Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini, kunjungan Yahya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan reputasi Indonesia ditingkat internasional. Juliari menyebut, Yahya dapat memanfaatkan kunjungan itu  untuk meningkatkan image/profil Indonesia sebagai pemain yang diperhitungkan di dalam  rangka ikut menjaga perdamaian/ketertiban dunia.  ''Konstitusi kita (UUD 1945) di dalam pembukaanya menyebutkan Indonesia ikut menjaga perdamain dan ketertiban dunia. Jadi kita harus melihat dari  sisi poaitipnya kunjungan itu,'' kata Juliari.

Soal apakah kunjungan Yahya ke Israel itu diundang atas nama Watimpres atau pengurus PBNU, sebaiknya menurut anggota Komisi VI ini ditanyakan saja ke yang bersangkutan. Kalau undangannya itu atas nama watimpres maka harus seizin presiden, kalau atas nama pengurus PBNU maka harus seizin PBNU. ''Tapi kalau  dia diundang sebagai  pribadi, ya berarti beliau berhak memutuskan sendiri,'' katanya.

Sebelumnya Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan kepergian Gus Yahya Staquf ke Israel adalah selaku pribadi, bukan dalam kapasitas sebagai Katib Aam PBNU, apalagi mewakili PBNU. Emhas  yakin  kehadiran Gus Yahya tersebut untuk memberi dukungan dan menegaskan kepada dunia, khususnya Israel bahwa Palestina adalah negara merdeka. Bukan sebaliknya. "Boleh jadi, Gus Yahya Staquf memenuhi undangan dimaksud untuk menawarkan gagasan yang memberi harapan bagi terwujudkan perdamaian di Palestina dan dunia pada umumnya," katanya.

Penulis : ak
Editor   :