Camat Dwi Cahyono bersama sejumlah pejabat meninjau lokasi yang akan digunakan sebagai pasar darurat. Foto. Agus Umar
KENDAL - Pembuatan pasar darurat diharapkan tidak jauh dari pasar lama yang terbakar. Pedagang khawatir jika jauh dari lokasi, mereka terancam rugi karena pasar sepi pembeli. Hal itu disampaikan Sekretaris Paguyuban Pasar Pagi Kaliwungu M Masud seusai menggelar pertemuan dengan Forkompimcam Kaliwungu di Kantor Kecamatan Kaliwungu, kemarin.
Masud mengatakan, masih banyak tempat di sekitar pasar yang bisa dimanfaatkan pedagang untuk berjualan. Di antaranya sisi barat yang biasanya digunakan untuk parkir sepeda motor dan doplak, sisi timur dekat dengan Mapolsek Kaliwungu, serta sisi selatan atau di depan bangunan pasar yang tidak terbakar. Tiga lokasi itu bisa dimanfaatkan pedagang untuk membuka usaha mereka. ''Sebab, ratusan pedagang menggantungkan hidupnya dari berjualan,'' tuturnya.
Dia mengatakan, berdasarkan pengelompokan, mereka yang menjadi korban kebakaran antara lain pedagang ikan, sayur-mayur, pakaian, sembako, hingga barang pecah belah atau perlengkapan dapur lainnya. Pedagang yang paling banyak menjadi korban kebakaran yakni penjual pakaian. ''Hampir 90 persen barang dagangan mereka tidak bisa diselamatkan, bahkan ada yang produknya habis terbakar 100 persen,'' kata dia.
Kepala Dinas Perdagangan Kendal, Syukron Samsul Hadi, mengatakan, pihaknya akan mengusulkan ke Pemkab Kendal supaya memberikan bantuan pendirian lapak darurat kepada pedagang. Dirinya juga mempersilakan pedagang berjualan di sekitar pasar. ''Terkait penataan lapak darurat kami serahkan kepada paguyuban dan pengelola pasar,'' jelasnya.
Diserahkan ke Paguyuban
Camat Kaliwungu, Dwi Cahyono mengatakan, pihaknya menyerahkan pembagian lapak kepada paguyuban. Pemkab hanya memfasilitasi dan menyediakan tempat relokasi. Pihaknya tidak melarang pedagang membuka usaha di sekitar pasar sesuai keinginan mereka, asalkan tidak mengganggu arus lalu lintas, karena pasar itu berada di jalur utama pantura dan saban hari dilalui beragam kendaraan. ''Pembagian lapak kami serahkan kepada paguyuban. Pedagang jangan saling berebut. Paguyuban dan pedagang harus saling legawa dan tidak mementingkan kepentingan diri sendiri,'' tuturnya.
Hal senada disampaikan Kapolsek Kaliwungu, AKP Nanung Nugroho. Nanung menyatakan, pedagang supaya tertib dan tidak menggelar dagangan hingga ke jalan raya yang bisa menimbulkan kemacetan. ''Kami mempersilakan jalan sebelah barat polsek digunakan untuk berjualan. Jika pun sampai melebar hingga depan pasar, jangan sampai menyebabkan ketersendatan lalu lintas,'' ucap dia.
Hadir dalam pertemuan itu antara lain Camat Dwi Cahyono, Kapolsek AKP Nanung Nugroho, Kepala Dinas Perdagangan Syukron Samsul Hadi, pengurus paguyuban, dan puluhan pedagang yang menjadi korban kebakaran.
Penulis :
Editor :