Kios Pertamini Meledak, Sebuah Rumah Terbakar


 Api yang masih menyala dan rumah yang rusak akibat meledaknya Pertamini. Foto: ali Bustomi

 KUDUS – Nasib naas dialami Nurjannah, warga Gang Pondok, Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati. Sehari sebelum lebaran, rumahnya ludes terbakar akibat kios SPBU mini (biasa disebut Pertamini) yang ada di depan rumahnya meledak, Kamis (14/6).

Beruntung tidak ada korban meninggal dalam kejadian tersebut. Namun, Ahmad Fakih (39), yang biasanya mengoperasikan SPBU, terpaksa harus dilarikan ke RS lantaran mengalami luka bakar serius. Ditaksir, kerugian mencapai Rp 500 juta.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa kebakaran tersebut bermula ketika Ahmad Fakih melayani pembeli BBM yang menggunakan jerigen. "Tiba-tiba mesin Pertamini meledak sehingga menimbulkan api dari tabung dalam mesin yg berisi BBM jenis pertalite," kata Kepala BPBD Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan berdasarkan keterangan Fakih.

Lantaran panik, Fakih berusaha menggeser atau menjauhkan mesin pertamini yang terbakar dari rumah. Namun, tindakan tersebut justru berbuah petaka. BBM dalam dispenser Pertamini ikut tumpah sehingga api menyambar seluruh bagian toko dan rumah. "Akibat mendorong mesin yang terbakar menyebabkan Fakih mengalami luka bakar pada kedua tangan," ujarnya.

Tak butuh waktu lama, api semakin membesar dan membuat kepulan asap warna hitam. Si jago merah juga tak terkendali lagi menyambar seluruh bagian rumah.

Pihak aparat yang mendapat laporan langsung bergerak ke tempat kejadian. Tercatat lima mobil pemadam kebakaran tiba ke lokasi untuk menjinakkan api. Sekitar satu jam kemudian, api pun bisa dipadamkan.

Adapun barang yan terbakar adalah tujuh buah sertifikat tanah, BPKB 6 kendaraan roda dua dan roda empar, uang tunai dan semua isi peralatan rumah tangga.  "Kerugian total kurang lebih Rp500 juta. Diperkirakan api berasal dari konrleting listrik pada mesin pertamini," kata Bergas.

 

Penulis : al
Editor   :