Pendidikan Kebencanaan Perlu Diajarkan Mulai Tingkat PAUD


Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi Nasional Pendidikan Bencana II Tahun 2017 di Universitas Muhammadiyah Magelang. Foto Widiyas Cahyono

MAGELANG-Kementerian Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Masyarakat (Kemenko PMK), mendorong pendidikan kebencanaan diberikan  bagi siswa-siswa sejak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Siswa PAUD perlu diberikan pendidikan kebencanaan agar mereka mengenal tentang bahaya kebencanaan sejak dini,” kata Asisten Deputi Pendidikan Tinggi dan Pemanfaatan Iptek Kemenko PMK Asril di sela-sela menghadiri Konferensi Nasional Pendidikan Bencana (Konas PB) II Tahun 2017 di Universitas Muhammadiyah Magelang, Selasa (22/8).
Asril mengatakan,  pentingnya pendidikan kebencanaan sejak dini, sebagai salah satu upaya mendorong kesadaran bagi  para siswa bisa memahami tentang  bencana dan bagaimana cara menghadapinya. Menurutnya, pendidikan kebencanaan tersebut diberikan sebagai  bahan pembelajaran bagi guru-guru maupun bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  Sementara dari Kementerian Koordinasi  Pemberdayaan Masyarakat mengisi muatan kebencanaan di pendidikan tersebut. Ia menambahkan,  pendidikan dan pengetahuan terhadap bencana  tersebut perlu diberikan kepada para siswa, karena  Indonesia termasuk sebagai negara yang rawan terhadap bencana alam. 
Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutan pembukaannya mengatakan, masyarakat  Jawa Tengah perlu meningkatkan  kesiagannya, karena potensi kebencanaan di Jateng ini relatif besar.Hal itu dikarenakan kondisi alam dan geografisnya. “Jawa Tengah ini  mirip seperti supermarket bencana, karena berbagai bencana  seperti tanah longsor, banjir dan ancaman gunung meletus kemungkinan bisa  terjadi di daerah ini,” kata Ganjar.
Ditambahkan,  masing-masing daerah di Jateng ini memiliki karakter bencana yang berbeda –beda. Seperti tanah longsor yang sering terjadi di beberapa wilayah seperti Banjarnegara, banjir di Semarang dan wilayah Pantura Barat. Sedangkan, bencana alam lainnya seperti kekeringan biasa terjadi di Wonogiri, Rembang dan Blora. Sementara ancaman gunung meletus  bisa terjadi di wilayah yang ada di sekitar Gunung Merapi seperti Boyolali, Klaten dan Magelang.
Dalam  Konferensi Nasional  Pendidikan Bencana II tersebut yang diikuti Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lembaga
Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU, Unicef, Humanitarian Forum Indonesia, Lingkar, Yakkum Emergency Unit (YEU),
ASB, Dompet Dhuafa, Muslim Aid, YKRI, KYPA, Plan International, Disaster Management Institute of Indonesia (DMII), PKPU dan MPBI juga
dilakuka lomba cerdas cermat antar-SD mengenai kebencanaan. 

 
 

Penulis : widias
Editor   :