Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutan pembukaannya mengatakan, masyarakat Jawa Tengah perlu meningkatkan kesiagannya, karena potensi kebencanaan di Jateng ini relatif besar.Hal itu dikarenakan kondisi alam dan geografisnya. “Jawa Tengah ini mirip seperti supermarket bencana, karena berbagai bencana seperti tanah longsor, banjir dan ancaman gunung meletus kemungkinan bisa terjadi di daerah ini,” kata Ganjar.
Ditambahkan, masing-masing daerah di Jateng ini memiliki karakter bencana yang berbeda –beda. Seperti tanah longsor yang sering terjadi di beberapa wilayah seperti Banjarnegara, banjir di Semarang dan wilayah Pantura Barat. Sedangkan, bencana alam lainnya seperti kekeringan biasa terjadi di Wonogiri, Rembang dan Blora. Sementara ancaman gunung meletus bisa terjadi di wilayah yang ada di sekitar Gunung Merapi seperti Boyolali, Klaten dan Magelang.
Dalam Konferensi Nasional Pendidikan Bencana II tersebut yang diikuti Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lembaga
Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU, Unicef, Humanitarian Forum Indonesia, Lingkar, Yakkum Emergency Unit (YEU),
ASB, Dompet Dhuafa, Muslim Aid, YKRI, KYPA, Plan International, Disaster Management Institute of Indonesia (DMII), PKPU dan MPBI juga
dilakuka lomba cerdas cermat antar-SD mengenai kebencanaan.