Pengurus PWI Kabupaten Temanggung Dilantik


Pengurus PWI Kabupaten Temanggung berfoto bersama Bupati Bambang Sukarno, Ketua PWI, Kepala Humas Kabupaten Temanggung, dan pejabat lainnya. Foto: wied

TEMANGGUNG- Bupati Temanggung Drs HM Bambang Sukarno mengatakan, peran pers sangat penting di dalam mendukung pembangunan. demikian halnya dukungan pers di Temanggung yang sudah memberikan masukan termasuk kritik dalam memajukan Kabupaten Temanggung. Untuk itu pihaknya selalu berusaha kompak dengan segenap jajaran, demi terciptanya kondusivitas. "Karena suasana yang tidak kondusif menjadikan pembangunan terganggu," ujarnya dalam sambutan pelantikan Pengurus PWI Kabupaten Temanggung, di aula Loka Bakti Setda Kabupaten Temanggung, Rabu (23/8).

Bupati Bambang Sukarno juga atas nama pemerintah dan masyarakat Temanggung menyampaikan terima kasihnya pada jajaran jurnalis di Temanggung yang telah mendukung kegiatan dan dinamika di Temanggung, dalam waktu dekat akan diluncurkan TV Temanggung, untuk semakin mengembangkan informasi pembangunan bisa semakin luas. 

Dia mengatakan pula, dalam waktu dekat akan diluncurkan TV Temanggung, untuk semakin mendukung penyebaran informasi di daerah yang berada di kawasan Sindoro-Sumbing ini. "Kami ingin TV Temanggung nanti seperti NHK. dekat dengan alam, ada gemericik air, angin yang bertiup," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah Amir Machmud dalam sambutannya mengatakan, ada harapan wartawan itu jujur, bertakwa, dan punya prinsip untuk menyampaikan kebenaran. Bila wartawan tidak menyampaikan yang sebenarnya, dia bisa menjadi ratu tetapi bila tidak menyajikan secara benar akan menjadi racun. "Itu yang termaktub dalam lagu Wartawan Ratu Dunia yang dinyanyikan Nasida Ria," ujar Amir Machmud.

Menurut Amir, lagu Wartawan Ratu Dunia karya Kiai Buchori Masruri, adalah lagu visioner. Tahun 1979, ketika lagu itu dibuat, pers Indonesia sedang berjuang untuk menyampaikan segala sesuatu yang benar. "Lagu ini sudah pendobrakan, wartawan diingatkan jangan menjadi racun kalau tidak menyampaikan kebenaran. Dan, itu paralel dengan kondisi sekarang," katanya.

Kalau dulu, wartawan tidak bisa menyajikan kebenaran secara penuh karena tekanan rezim, kalau sekarang justru karena kebebasannya, wartawan bisa terpeleset menyebarkan berita tidak benar atau hoax.

Adapun pengurus yang dilantik adalah Ketua Heru Suyitno, Wakil Ketua Arif Zaini Arrosyid, Sekretaris Setyo Wuwuh, Bendahara Raditia Yoni Ariya dilengkapi dengan seksi-seksi.

Penulis :
Editor   :