Ketika  ‘Hantu Gentayangan’ di Bioskop Saat  Liburan Lebaran


Poster film  “Kuntilanak” dan “Jailangkung 2” di salah satu bioskop di Purwokerto. Film horror Indonesia itu diputar di liburan lebaran tahun 2018. (Foto :Joko Santoso)

LIBURAN Lebaran tahun ini menjadi liburan yang memilik sensasi berbeda bagi penggemar film.  Pasalnya  layar bioskop di tanah air sejak awal lebaran disuguhi dengan menu  film dengan tema hantu. Sebut saja dua film Indonesia masing-masing “Kuntilanak” dan ‘Jailangkung 2” yang mulai diputar serentak di bioskop-bioskop Indonesia sejak Jumat (15/6).

Memang f ilm bertema horror memang sedang naik daun dan mampu menyedot banyak penonton.  Tak heran apabila sejak diputar perdana, kursi bioksop selalu penuh.  Walau harus diakui selain Pengabdi Setan (2017) besutan sutradara Joko Anwar, belum ada film horror Indonesia yang lain yang bisa memberikan sensasi kengerian yang begitu mencekam.

Begitu pula film Kuntilanak dan Jailangkung 2 yang menemani liburan lebaran tahun ini. Kuntilanak merupakan film karya Rizal Mantovani. Film ini sebenarnya merupakan remake dari film tiga sekuel film Kuntilanak yang diputar pada tahun 2006-2008. Hanya saja di trilogy sebelumnya artis Jullia Estelle tampil sebagai pemain utama, di film Kuntilanak (2018) ini giliran artis muda Auriele Moeremans yang menjadi salah satu bintangnya.

Film Kuntilanak (2018) tidak ada hubungannya secara langsung dengan film trilogi sebelumnya. Hanya ada benang merah bahwa sosok kuntilanak keluar lewat sebuah cermin tua.  Film produksi Multivision Picture ini menceritakan soal lima anak kecil yang terobsesi dengan sosok kuntilanak. Mereka berburu kuntilanak di sebuah rumah kosong karena ingin mendapatkan hadiah uang. Film berdurasi 105 menit ini masih menonjolkan horror yang klise seperti film horror Indonesia yang lain. Yang baru dari film ini adalah pemeran utama adalah anak-anak kecil yang mencoba menguak misteri kuntilanak.

Secara umum kengerian yang ditampilkan masih klise. Rumah dengan pencahayaan yang gelap, suara ketawa hantu dan juga kejutan-kejutan melalui pintu yang terbuka tiba-tiba dan suara gelegar petir. Tidak ada sensasi baru yang menonjol . Namun film ini terbilang diminati penonton. Terbukti sejak diputar di awal lebaran, film tersebut sudah ditonton oleh 335.526 penonton.

Sedangkan film “Jailangkung2” yang merupakan karya bersama Rizal Mantovani dan Jose Purnomo bersama rumah produksi sky media mencoba mengulang sukses film “Jailangkung” yang juga dirilis pada lebaran tahun 2017. Sekuel pertama tersebut mampu meraup sekitar 2,5 juta penonton. Rekor penonton ‘Jailangkung” baru tumbang setelah “Pengabdi Setan” karya Joko Anwar masuk bioskop di akhir tahun 2017.

‘Jailangkung 2” masih bercerita tentang teror hantu Mati Anak yang ternyata masih terus berlanjut. Film berdurasi 83 menit   dibintangi Lukman Sardi, Amanda Rawles, Hannah Al Rasyid, Naufal Samudra dan Jefry Nichol serta almarhum Aktor kawakan Dedy Sutomo.

Dibandingkan sekuel pertama, alur cerita film kedua ini terasa dipaksakan dan kurang detail.  Bagi penonton yang sudah menyaksikan film pertama akan mudah masuk mengikuti alur cerita. Namun bagi yang belum akan berusaha menerka-nerka.  Yang patut diapresiasi adalah tehnik  sinematografi film ini yang boleh dibilang bagus. Ini  yang menjadi cirri khas Rizal Mantovani. Namun dari segi cerita masih biasa biasa saja. Tidak ada sensasi horror yang lain daripada yang lain. Kengerian yang dimunculkan hampir serupa film horror Indonesia lainnya.

Nonton  film ini tak perlu menganalisa dan berpikir terlalu dalam. Nikmati saja sensasi film horror Indonesia sambil menikmati popcorn dan minuman ringan. Sambut saja kehadiran ‘hantu-hantu” yang bioskop saat liburan lebaran ini.   Mungkin ini bisa jadi hiburan sebelum kembali berdesak-desakan  di arus balik dan rutinitas kerja setelah libur lebaran usai.

 

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : wied