Anggota MPR RI, Daryatmo Mardiyanto saat melakukan sosialisasi Pancasila di hadapan pelajar dan generasi muda, kemarin. Foto: Ali Bustomi/
KUDUS – Maraknya pengaruh paham radikal di Indonesia salah satu sebabnya karena masih adanya jarak kesenjangan antara Pancasila sebagai norma dan ideologi bangsa, dengan realitas pembangunan di lapangan. Oleh karena itu, kurikulum pendidikan Pancasila perlu disempurnakan agar pemahaman ideologi bangsa tersebut tertanam sejak dini.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan Anggota MPR RI Daryatmo Mardiyanto saat memberi sosialisasi empat pilar kebangsaan di hadapan ratusan siswa dan generasi muda, di balai Desa Karangbener, kemarin. “Posisi Pancasila sebagai norma, ideologi, dan fondasi kebangsaan harus diperkuat salah satunya melalui penyempurnaan pengajaran di kurikulum sekolah,” katanya.
Menurut Daryatmo, pelajaran Pancasila harus muncul sebagai judul pelajaran di sekolah.Hanya, model pembelajarannya perlu didesain ulang menyesuaikan perkembangan zaman generasi saat ini. “Generasi milenial saat ini berbeda dengan generasi terdahulu. Pendekatan pengajaran Pancasila harus menyesuaikan dengan zamannya,” katanya.
Pelajaran Pancasila harus dikemas semenarik mungkin. Misalnya saja dengan pembuatan media belajar dalam bentuk komik atau bahan ajar lainnya yang diminati generasi muda saat ini. “Maraknya pengaruh organisasi dengan paham radikalisme atau ekstrimisme harus dilawan dengan penguatan ideologi Pancasila,” katanya.
Keadilan Sosial
Maraknya organisasi masyarakat yang melenceng dari Pancasila tak lepas dari euforia demokrasi bebas yang kebablasan. Besarnya jumlah penduduk di Indonesia membuat setiap organisasi mudah merekrut anggota dalam jumlah besar. Daryatmo menambahkan, Pemerintah telah membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP). DPR dan MPR RI mendorong untuk menyempurnakan sistem pendidikan dengan penguatan ideologi Pancasila.
Sila kelima Pancasila ‘Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’ harus dirasakan betul oleh masyarakat. “MPR/DPR RI pun terus menguatkan sosialisasi empat pilar di semua lini masyarakat baik generasi tua maupun muda semakin dekat dengan Pancasila, UUD, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” katanya.
Penulis : al
Editor :