Guru PAUD Jangan di Anak Tirikan


Bupati Batang Wihaji dan Wabup Suyono berfoto selfie dengan guru-guru Paud usai halal bihalal di Gedung Korpri (Foto: Hadi Waluyo)

BATANG - Ketua Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Batang Etika Umi Romlah meminta Bupati Batang Wihaji untuk memikirkan nasib guru PAUD.  Pasalnya, guru PAUD juga berperan dalam mendidik generasi bangsa agar menjadi manusia yang berkarakter.  Sehingga jangan sampai dianaktirikan.

"Guru PAUD  yang tergabung dalam Himpaudi mencapai 1.028 anggota dari guru PAUD  nonformal yang secara ikhlas dan penuh kesabaran dalam mencerdaskan anak- anak bangsa," jelasnya, saat halal bihalal Himpaudi di Gedung Korpri Batang, Selasa (3/7).

Dikatakan, perhatian pemerintah daerah terhadap Himpaudi sudah sangat baik. Pemkab  telah memberikan honor bagi guru dengan pengabdian 10 tahun ke atas  mendapatkan Rp 375 ribu, untuk S1 linier pengabdian 10 tahun ke bawah Rp 350 ribu, S1 bukan linier Rp 300 ribu, dan SMA Rp 250 ribu.  "Saya ingin bupati lebih memperhatikan lagi dengan guru Himpaudi yang menginginkan honornya sama dengan guru formal, karena guru formal bisa mendapatkan sertifikasi, dan kita sama mengajarnya," pinta Etika Umi Romlah.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji menyampaikan, mendidik anak tidaklah mudah dan butuh kesabaran ekstra yang harus dilandasi dengan rasa ikhlas untuk mencerdaskan anak bangsa. Hal itu ada pada guru Himpaudi, yang ikhlas dan tidak melihat honor yang jauh dari kata layak. "Mendidik anak itu sulit karena butuh kesabaran, sehingga guru PAUD  masuk dalam kritetia masuk surga karena selalu mengajarkan kalimat, perilaku dan contoh yang baik bagi anak didiknya dengan ikhlas," kata Wihaji.

Ia juga meminta guru PAUD  untuk tetap semangat mendidik anak karena semua itu bagian dari ibadah. Sebab, setiap harinya selalu mengajarkan perilaku yang baik, sehingga anak memiliki karakter budi pekerti yang baik. "Kami minta guru Himpaudi untuk selalu ajarkan kata tolong, terima kasih dan kata maaf, karena kata tersebut bagian pembentukan karakter anak sejak dini," pinta Wihaji. 

 

 

Penulis :
Editor   : jks