Kekeringan, Ratusan Warga Terpaksa Ambil Air ke Sungai


Warga Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar, Purbalingga mengambil air di sungai Laban. Kondisi tersebut disebabkan sumur mulai mengering di awal musim kemarau. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA-Sejumlah desa di Kabupaten Purbalingga mulai dilanda kekeringan. Kondisi tersebut menyebabkan ratusan warga terpaksa mengambil air ke sungai atau mata air.  Pasalnya sumur yang ada di rumah sudah mengering.

Keterangan yang berhasil dihimpun, Selasa (3/6) menyebutkan kekeringan salah satunya terjadi di Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar. Salah seorang warga Estu Wahyudi (33) mengatakan memasuki awal Juli sumur miliknya sudah mulai surut airnya. “Untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci dan memasak, kami terpaksa mengambil air di Sungai Laban. Jaraknya hampir sekitar lima kilometre dari rumah,” jelasnya.

Sungai Laban yang berada di Kecamatan Karanganyar memang menjadi andalan warga mengambil air selama musim kemarau. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak bertahun-tahun. “Kami juga mencuci baju di sungai ini,” tambahnya.

Setiap sore nampak warga datang ke sungai tersebut sambil membawa jirigen dan ember. Mereka mengambil air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Selain mencuci, mereka butuh air untuk memasak dan minum. “Ini merupakan satu-satunya sumber air yang ada. Walau jaraknya jauh dari rumah, kami tetap mengambil air disini,’ tuturnya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Mukhsoni mengatakan Sejumlah desa di  12 kecamatan di Kabupaten Purbalingga rawan kekeringan. Kondisi tersebut biasanya mulai terjadi di awal musim kemarau.  "Kalau dari prakiraan BMKG Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) perubahan kemarau ini normal. Artinya tidak ada fenomena el nino atau  la nina. Diperkirakan puncak kemarau pada medio Agustus-September," paparnya.

Wilayah yang rawan kekeringan masing-masing Kecamatan Kejobong 11 desa, Kaligondang 12 desa, Karanganyar 7 desa, Karangreja 3 desa, Pengadegan 8  desa, Bobotsari 2 desa, Kertanegara 5 desa, Karangmoncol 6 desa, Kemangkon 5 desa, Kutasari 3 desa, Bojongsari 3 desa dan Mrebet 1 desa.

Lebih lanjut, sejauh ini memang sudah ada daerah yang meminta dikirim air bersih yaitu Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, namun hanya sekali saja sebelum lebaran. Pihaknya meminta kepada pemerintah desa yang masuk rawan kekeringan untuk bergerak cepat jika bencana itu terjadi di wilayah tersebut.

"Segera berkirim surat ke kami (BPBD) agar kami juga bisa secepatnya mengirimkan air bersih ke wilayah tersebut. Karena memang mekanismenya seperti itu," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Rusmo Purnomo menambahkan, ancaman bencana kekeringan atau tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, namun juga berimbas pada usaha pertanian. Kekeurangan air ini sebagian besar kemungkinan akan terjadi di wilayah Karangreja, Bojongsari dan Mrebet."Masyarakat diminta untuk hemat dan cermat dalam penggunaan air baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk pertanian. Kegunaan air untuk pertanian harus disesuaikan dengan tata dan pola tanaman,” imbuhnya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : jks