Kemarau, Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih


Petugas mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa kekeringan di Kecamatan Kawunganten, Bantarsari dan Patimuan, Kabupaten Cilacap (Foto : Dok BPBD Cilacap)

CILACAP - Dampak kemarau di Kabupaten Cilacap makin meluas dengan ribuan warga yang saat ini menghadapi kesulitan air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, saat ini ada lebih dari 2.000 kepala keluarga yang kesulitan air bersih. Dari jumlah KK ini terdapat sekitar 8.500 jiwa yang tersebar di delapan desa pada tiga Kecamatan. Yakni Bantarsari, Kawunganten dan Kecamatan Patimuan. Tiga wilayah ini memang masuk kategori sebagai wilayah darurat kekurangan air bersih, setiap datang musim kemarau.

 Jumlahnya dipastikan akan meluas, karena prediksi musim kemarau dari pihak BMKG Cilacap yang masih akan terjadi hingga beberapa bulan kedepan. Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Cilacap Martono mengatakan, bantuan air bersih terus disalurkan untuk warga yang belakangan ini sudah mulai mengalami kesulitan air bersih.  “Krisis air bersih itu ditandai dengan langkanya sumber air layak konsumsi di tiga kecamatan itu. Sumber air yang masih ada saat ini mulai menguning dan rasanya menjadi asin sehingga tidak layak konsumsi” ujar Martono, Selasa (3/7)

Sementara berdasarkan rekapitulasi, jumlah bantuan air bersih yang telah disalurkan ke lokasi sejak awal bulan Juni sampai tanggal 2 Juli 2018 mencapai 25 tanki air bersih berkapasitas  5.000 liter. Martono menambahkan, kondisi kekeringan yang dialami saat ini belum dinyatakan sebagai kejadian luar biasa dan kedepanya akan dilakukan droping air bersih secara berkala pada desa terdampak kekeringan.

Penulis : ap
Editor   : jks