Tiap Hari, 50 Warga Blora Pindah Keluar Daerah


Warga yang mengurus adminduk di kantor Didukcapil harus sabar menunggu di luar, karena ruang tunggu di dalam penuh berjubel, Selasa (3/7). Foto : Wahono

BLORA – Rata-rata setiap hari, sekitar 50 warga Kabupaten Blora mencabut berkas administrasi kependudukan (adminduk) dan mengajukan pindah penduduk (domisili) keluar kabupaten penghasil kayu jati, alasan terbanyak untuk bekerja.

Pengajuan pindah penduduk terbanyak H-5 Lebaran hingga Selasa (3/7), dan antrean pengajuan pencabutan berkas kependudukan terus menumpuk, dengan rata-rata sekitar 50 orang.

“Jika dirata-rata, ada 50 warga Blora mengajukan pindah luar daerah,” jelas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat, Riyanto.

Menurutnya, data kepindahan keluar daerah warga Blora medio Januari 2018 hingga akhir Juni 2018, sudah mencapai 2.539 orang, dan data itu terus bertambah setiap harinya.

Sementara data warga dari luar daerah masuk Blora, rata-rata sekitar 20-25 orang perhari, alasan terbanyak untuk keperluan menikah, dengan jumlah terdata sejak Januari 2018 sebanyak 1.996 orang. “Akhir-akhir ini,  memang cukup banyak warga Blora yang mengajukan pindah diri keluar daerah,” jelas Riyanto.

Sementara itu pantauan Koran Pagi Wawasan di kantor Dindukcapil, warga yang mengurus adminduk cukup banyak, bahkan sejumlah ruang tunggu dalam berjubel, sehingga banyak yang harus antre di teras dan ruang parkiran kantor.

“Sedang ngurus cetak KTP-e sejak jam 09.15 pagi, ruang tunggu dalam penuh kok ya menunggu di teras,” ungkap Mia (26), warga Jepon, Blora.

Cetak Kecamatan

Keterangan yang sama dikatakan Budi Wahyono (34), datang ke Disdukcapil untuk mengurus kepindahan domisili dari Blora ke Tangerang. Dia bersama istri dan dua anaknya yang akan menetap dekat tempat pekerjaannya, Tangerang.

Sementara itu Kepala Disducapil Riyanto, menjelaskan saat ini jumlah penduduk Kabupaten Blora sebanyak 895.925 jiwa, terdiri penduduk laki-laki 448.172 jiwa, dan perempuan 447.753 jiwa.

Warga yang wajib memiliki kartu tanda penduduk (KTP) 692.051 jiwa, terdiri laki-laki 343.132 dan perempuan 348.919 jiwa. Warga yang sudah rekam nomor induk kependudukan (NIK) 698.723 orang dan yang belum rekam 6.672 orang.

Riyanto menambahkan, dari jumlah penduduk wajib KTP 692.051 jiwa, saat ini yang sudah cetak KTP elektronik (KTP-e) 669.528, sehingga masih sekitar 22.550 warga yang KTP-e belum dicetak.

Maka untuk memberikan kemudahan pelayanan warga, Pemkab Blora telah sukses menyediakan percetakan KTP-e di 10 dari 16 kecamatan, jadi warga bisa cetak KTP-e di kecamatan itu.

Sejauh ini, tinggal 16 kecamatan, yakni kecamatan Blora, Tunjungan, Ngawen, Jepon, Cepu, dan Japah yang belum ada fasilitas cetak KTP-e, namun warga bisa mencetak di kecamatan terdekat atau di kantor Didukcapil.

 

Penulis : wah
Editor   :