MAGELANG – Tim verifikator Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 1 Magelang mddnemukan penyalahgunaan surat keterangan tidak mampu ( SKTM) untuk pendaftaran enam calon siswa dalam proses pendaftaran di SMA Negeri 1 Kota Magelang.
“ Dari enam calon siswa yang menyalahgunakan SKTM tersebut, setelah dilakukan veriifikasi factual, empat di antaranya ternyata tidak layak menggunakan SKTM, karena rumah tempat tinggalnya cukup bagus bahkan tergolong mewah. Sedangkan dua calon siswa lainya mengundurkan diri mencabut berkas SKTM, “ kata Wakil Kepala Urusan Kurikulum SMA Negeri 1 Kota Magelang , Sumarsono, Jumat (6/7).
Sumarsono mengatakan, temuan lainnya yakni ada salah satu calon siswa yang memakai alamat tempat tinggal neneknya agar mendapatkan nilai tambahan dalam proses pendaftaran tersebut . Namun, setelah dilakukan verifikasi ternyata alamat asli calon siswa tersebut tidak tinggal bersama neneknya, tetapi tinggal dengan orang tuanya yang merupakan pemilik usaha katering dan persewaan tenda.
Menurutnya, tim verifikator yang berjumlah 11 orang guru ditugaskan untuk khusus memverifikasi para calon siswa yang mendaftar yang melampirkan SKTM sebagai poin tambah agar bisa diterima. Sedangkan kriteria miskin yang diterapkan sesuai standar dari Badan Pusat Statistik (BPS).
“Kalau tidak salah ada 14 kriteria miskin. Namun kami fleksibel melihat dari tinjauan lapangan. Karena verifikasi kami komprehensif atau menyeluruh,” katanya.
Ia menambahkan, bagi calon siswa yang terbukti memakai SKTM “abal-abal” langsung dihubungi oleh tim verifikator, agar mencabut berkas SKTM dan bersaing secara sportif. Meskipun saat awal pendaftaran pun, pihaknya telah memberikan pemahaman dan penjelasan bagi calon siswa yang mendaftar tentang verifikasi SKTM.
“Sejak awal kami sampaikan bagi yang memakai SKTM akan ada verifikasi dan harus sesuai dengan pengajuan SKTM . Jika terbukti saat diverifikasi, maka bersedia menerima sanksi,” ujarnya didampingi Ketua PPDB SMAN 1 Magelang, Hari Sumantyo.
Hari Sumantyo mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan verifikasi bagi calon siswa yang mendaftar menggunakan SKTM. Tim Verifikator, diterjunkan langsung ke rumah-rumah calon siswa baik yang berada di Kota Magelang maupun Kabupaten Magelang.
Ia menambahkan, pada hari terakhir PPDB yang berakhir Jumat ( 7/6), pihaknya melakukan verifikasi kepada 10 calon siswa pengguna SKTM yang baru terdaftar pada hari keempat. Verifikasi tersebut akan dilakukan hingga pengumuman diterima-tidaknya calon siswa pada 11 Juli mendatang,” tandas Hari.
SKTM Abal-abal
Penggunaan SKM yang tidak semestinya juga terjadi di SMA Negeri 2 Kota Magelang. Kepala SMAN 2 Magelang, Agung Mahmudi, mengatakan pihaknya juga menemukan SKTM abal-abal yang digunakan empat calon siswa.
“Tim kami ada lima tim yang terdiri dari masing-masing dua guru, menemukan empat calon siswa yang menggunakan SKTM tidak semestinya. Saat kami verifikasi dan wawancara yang bersangkutan, akhirnya bersedia mencabut berkas SKTM dan mau bersaing secara sportif,” ujarnya.
Penulis : widias
Editor :