Produk Gula Kristal Purbalingga Sudah Siap Ekspor


Gula kristal kemasan produksi pengrajin di Desa Ponjen Kecamatan Karanganyar Purbalingga siap dikirimkan. Produk tersebut diekspor hingga ke mancanegara. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA-Produk gula kristal dari Kabupaten Purbalingga dipersiapkan untuk diekspor ke mancanegara. Pemasaran ke luar negeri tersebut dilakukan oleh PT Integral Mulia Cipta. Sebagai awal sebanyak 13 ton gula kristal Purbalingga  akan dipasarkan melalui perusahaan tersebut.

“Penandatanganan kerja sama pembelian dilakukan di Asosiasi Pemerintah Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (Apkasi) Expo, di Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Sridadi, Jumat (6/7).

Plt Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) yang ikut menyaksikan penandatanganan kerja sama pembelian tersebut menyampaikan dengan adanya penandatanganan kerja sama tersebut diharapkan para petani penderes bisa mengambil manfaatnya yakni meningkatkan kesejahteraan para petani penderes.

Dengan menjual gula kristal maka akan menambah nilai jual gula yang dihasilkan oleh para petani penderes.  " Dengan nilai kontrak sebesar 13 ton perbulan nanti diharapkan para petani penderes sekitar Desa Kangean Kecamatan Kertanegara, bisa diberdayakan untuk membuat gula kristal yang secara ekonomi lebih baik dibanding gula jawa biasa," ujarnya.

Sedangkan campur tangan pemerintah lanjut Tiwi akan memfasilitasi terkait dengan sertifikat organik terhadap produk gula kelapa. Dengan adanya sertifikasi organik diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk gula kelapa Purbalingga.

Sedangkan direktur utama PT. Integral Mulia  Cipta, Mario Ngensowijaya mengatakan dengan adanya kerjasama tersebut petani bisa diuntungkan terkait dengan pasar yang belum dikuasai oleh mereka. Pasar gula kristal dari pengamatan Mario, semakin berkembang khususnya untuk pasar ke luar negeri. Sejak tahun 2012 pasar gula kristal Indonesia masih dibawah 80 persen sehingga, menurut Mario merupakan potensi untuk patut dikembangkan.

"Untuk itu kedepan kita membutuhkan banyak petani untuk melakukan produksi gula kristal. Kemudian kita juga akan memperbaiki dan menstandarisasi kualitasnya priduksi yakni terkait pemberian larutan yang tepat, dengan memakai  peralatan yang tepat serta sistem produksi yang tepat," ujarnya.

Mari menambahkan 95 persen  hasil produksi  gula kristal termasuk dari Purbalingga akan diekspor keluar negeri. Ekspor telah dilakukan sejak tiga  tahun yang lalu, di 35 negara seperti negar-negara Eropa, Brazil, Amerika, Australia.

 

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   :