Inflasi Cilacap Tertinggi Keempat di Jateng


Inflasi di wilayah eks karisidenan banyumas (foto :dok)

CILACAP - Laju inflasi atau angka yang menunjukkan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum untuk Kabupaten Cilacap saat ini berada pada urutan ke empat tertinggi di Jawa tengah. Angka inflasi ini yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) Cilacap berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang ada di 6 kabupaten/kota se-Jawa tengah pada bulan Mei 2018.

 

Cilacap dengan inflasi ke empat tertinggi yakni sebesar 0,76 persen, diatasnya masih ada Kota Purwokerto, Tegal dan Surakarta. Sedangkan untuk inflasi terendah adalah Kudus yang hanya 0,32 persen. “Penyebab terjadinya inflasi adalah naiknya indeks harga konsumen secara umum” terang Kepala BPS Cilacap Toto Desanto melalui Kepala Seksi Statistik Distribusi Suseno,Jumat (6/7)

 

Menurutnya, inflasi di Kabupaten Cilacap sendiri dipicu oleh kenaikan harga angkutan antar kota, daging ayam kampung, bawang merah, daging ayam ras dan cabai rawit. Sementara yang menahan laju inflasi antara lain turunnya harga beras, batu bata, jeruk, telur ayam ras dan bawang putih.

 

Sedangkan kelompok pengeluaran yang menyumbang inflasi pada Januari 2018 yakni  kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Sumbangan inflasi juga berasal dari kelompok bahan makanan, disusul kelompok sandang , kelompok makanan jadi seperti minuman, rokok dan tembakau. Kemudian kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, kelompok kesehatan, serta kelompok perumahan air listrik, gas dan bahan bakar.  Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Juni 2017, saat ini tingkat inflasi di Kabupaten Cilacap masih lebih rendah.

 Untuk diketahui,  inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga - harga secara umum dan berlangsung terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat dan berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi. Ady 

Penulis :
Editor   : jks