PEMALANG - Ironis seorang orang tua calon siswa SMAN 1 yang menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mendaftarkan anaknya di SMAN 1 Pemalang, ternyata setelah disurvei pihak sekolah ternyata kondisi rumahnya dilengkapi pendingin ruangan bahkan memiliki mobil. Tak pelak pihak sekolah langsung memintanya untuk mencabut surat keterangan tidak mampu yang diajukan.
"Ada 93 SKTM yang masuk, 28 di antara tidak diverifikasi karena memiliki Kartu Indonesia Pintar. Sedangkan sisanya diverifikasi dan ditemukan beberapa yang keterangan tidak mampunya tidak sesuai dengan keadaan," jelas Mohammad Fathoni, Ketua Panitia Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) SMAN 1 Pemalang.
Tak hanya persoalan SKTM yang ditemui dalam PPDB, sejumlah siswa berprestasi lulusan SMP ternyata tidak sedikit yang gagal mendaftar di sekolah pilihannya karena mereka berasal dari luar zona, sedangkan peminat dari zona di sekitar sekolahan sendiri sudah banyak sehingga mereka tidak bisa diterima meski memiliki nilai yang tinggi.
Untuk SMAN 1 Pemalang yang terletak di Kecamatan Pemalang, maka zona 1 nya adalah Pemalang, Taman, Bantarbolang dan Warureja, padahal menurut Fathoni dari 4 kecamatan ini saja calon peserta didik sudah banyak, sehingga tidak mengherankan calon siswa dari luar 4 kecamatan tersebut tidak bisa masuk meski nilainya lebih tinggi dari 4 kecamatan di zona 1.
"Ini sistem yang tidak adil, nilai adalah hasil dari perjuangan panjang siswa sementara tempat tinggal maupun tidak mampu adalah kondisi yang sudah ada dan bukan prestasi tetapi justru ini yang lebih dihargai," papar Suyudi warga Petarukan yang berniat mendaftarkan anaknya di Pemalang.
Penulis : pw
Editor :