Massa Minta Pembunuh Nenek-Cucu Dihukum Mati


Warga Desa Kalikabong, membentangkan spanduk di depan Pengadilan Negeri (PN) Purbalingga, Senin (29/8). Mereka meminta terdakwa pembunuhan nenek dan cucunya dihukum mati. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA - Sekitar 50 warga Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah dan keluarga dan rekan korban pembunuhan yang dilakukan Amin Subechi (26) mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Purbalingga, Senin (29/8). Mereka meminta agar Amin dijatuhi hukuman mati. Mereka yang mengatasnamakan sebagai Aliansi Masyarakat Purbalingga (AMP) membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan "Warga Kalikabong Menuntut Terdakwa Dihukum Mati" dan "Menuntut Keadilan Untuk Hanani dan Mbah Eti". Belasan aparat kepolisian berjaga di lokasi tersebut.

"Kami menuntut keadilan untuk dua anggota keluarga kami yang dibunuh secara sadis oleh terdakwa. Kami meminta dia dihukum mati," kata Trihary salah satu anggota keluarga korban.

Sementara itu, pada sidang, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang terdiri atas M Nurahman Adi Kusumo, David Sutrisno dan Oki Bogitama belum bisa membacakan tuntutan terhadap terdakwa. Pasalnya, surat Rencana Penuntutan (Rentut) yang diajukan oleh JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI belum turun."Runtut yang kami ajukan ke Kejagung belum turun, jadi kami belum bisa membacakan tuntutan terhadap terdakwa. Kami meminta agar majelis hakim menjadwalkan kembali sidang dengan agenda pembacaan tuntutan," kata JPU.

Seperti diketahui, Amin Subechi, warga Desa/Kecamatan Pengadegan diduga nekat membunuh dua orang yaitu nenek Eti Suherti dan cucunya Hanani yang tak lain mantan kekasihnya warga Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah, Januari silam. Dia ditangkap polisi di Cibinong, Jawa Barat selisih sehari usai aksi pembunuh itu. Saat ini tersangka dijerat pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Sidang dipimpin oleh hakim ketua Ageng Priambodo dengan hakim anggota Bagus Trenggono dan Jeily Syahputra serta Panitera Pengganti (PP) Supriyanto. Agung mengatakan, karena JPU belum siap dengan tuntutannya, maka sidang dengan agenda pembacaan tuntutan ditunda dan dilanjutkan pada 4 September 2017 mendatang dengan agenda yang sama.

Pengacara terdakwa Imbar Sumisno dan M Ihsanul Fuad dari LBH Perisai Kebenaran mengatakan, untuk pasal perencanaan dia yakin itu tidak masuk. “Kalau yang pasal 340, soal perencanaan itu saya yakin tidak terbukti, tapi kalau yang pembunuhan itu masuk. Namun kita ikuti saja perkembangannya,” ujarnya.

 

 

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   :